BERITA TERKINI
Sekjen NATO: Selat Hormuz Tidak Boleh Ditutup karena Penting bagi Ekonomi Global

Sekjen NATO: Selat Hormuz Tidak Boleh Ditutup karena Penting bagi Ekonomi Global

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan Selat Hormuz tidak boleh dibiarkan tertutup di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Menurutnya, jalur pelayaran tersebut memiliki peran vital bagi stabilitas ekonomi global.

Pernyataan itu disampaikan Rutte dalam konferensi pers bersama Presiden Rumania Nicusor Dan di Brussels, Kamis (20/3/2026) waktu setempat. Rutte menilai penutupan atau terganggunya akses di jalur laut utama tidak dapat diterima dalam situasi saat ini.

“Selat itu harus segera dibuka kembali. Ini penting bagi ekonomi dunia. Tidak bisa diterima jika jalur laut utama ditutup atau sulit dilalui karena ancaman yang ada saat ini,” ujar Rutte, seperti dikutip kantor berita Anadolu.

Rutte mengatakan negara-negara anggota NATO terus berkoordinasi untuk mencari solusi atas situasi keamanan yang semakin kompleks. Ia juga menyebut adanya komunikasi dengan Amerika Serikat (AS), yang disebut sebagai pihak yang lebih dulu menyerang Iran.

“Saya yakin sekutu akan melakukan segala hal untuk melindungi kepentingan bersama. Kita akan menemukan jalan ke depan,” tambahnya.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah operasi militer besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke berbagai wilayah, sekaligus memperketat akses pelayaran di Selat Hormuz. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute energi paling vital di dunia, dengan kapasitas sekitar 20 juta barel minyak per hari dan sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair global.

Di sisi lain, Rutte menegaskan NATO tetap bersiaga menjaga stabilitas kawasan dan melindungi wilayah negara anggotanya. Ia menyatakan aliansi berada dalam kondisi siaga penuh, termasuk dengan kemampuan pertahanan rudal balistik.

“Kami waspada dan siap mempertahankan setiap jengkal wilayah aliansi. Kami berdiri bersama, dan memiliki kemampuan penting, termasuk pertahanan rudal balistik,” tegasnya.

Rutte juga menyoroti peran Rumania di sisi timur NATO, khususnya di kawasan Laut Hitam. Ia menyebut faktor geografis negara tersebut penting dalam menjaga keamanan bersama. “Rumania adalah alasan vital bagi keamanan kita bersama,” ujarnya.

Dalam pertemuan terpisah, Rutte bertemu Perdana Menteri Bulgaria Andrey Gurov. Gurov menilai situasi global saat ini sangat fluktuatif dan menyoroti Laut Hitam yang disebutnya berubah dari jalur perdagangan menjadi arena konfrontasi geopolitik.

“Bulgaria tetap teguh pada komitmennya terhadap NATO. Bahkan sebagai pemerintahan sementara, kami akan tetap berada di jalur yang sama dan selaras dengan keputusan aliansi,” ujar Gurov.