BERITA TERKINI
Sapta Nirwandar: Partisipasi Indonesia di Venice Biennale Teatro 2026 Penting untuk Diplomasi Budaya

Sapta Nirwandar: Partisipasi Indonesia di Venice Biennale Teatro 2026 Penting untuk Diplomasi Budaya

Mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014 Sapta Nirwandar menilai partisipasi Indonesia dalam 54th International Theatre Festival of La Biennale di Venezia 2026 penting untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia di panggung global.

“Venice Biennale itu sangat strategis karena kita bisa memperkenalkan budaya Indonesia,” kata Sapta dalam jumpa pers bertajuk “Dua Panggung Indonesia di Venice Biennale Teatro 2026” di Residence of the Ambassador of Italy, Jakarta Selatan, Kamis.

Menurut Sapta, Biennale Venesia merupakan ajang seni internasional yang diikuti lebih dari 100 negara dan menjadi ruang pertukaran budaya antarnegara.

Dalam festival tersebut, Indonesia melalui Bumi Purnati Indonesia akan menampilkan dua karya teater kontemporer berjudul “Under the Volcano” dan “Hikayat Perahu/The Tale of Boat”.

Pendiri sekaligus Direktur Artistik Bumi Purnati Indonesia, Restu Imansari Kusumaningrum, mengatakan Direktur Festival 2026 Willem Dafoe menilai seni pertunjukan Indonesia memiliki karakter khas melalui perpaduan tradisi dan budaya lokal.

“Indonesia mempunyai sesuatu yang berbeda dalam seni tari, musik, teater, dan bela diri silat,” kata Restu mengutip pandangan Willem Dafoe.

Restu menyampaikan, kedua karya yang dibawa ke Venesia mengangkat akar budaya Melayu melalui unsur silat, tari, dan musik tradisional dari Aceh serta Sumatera Barat. “Kami ingin mengangkat kebudayaan tua dari Melayu sebagai akar budaya Indonesia,” ujarnya.

Festival Teater Internasional La Biennale di Venezia 2026 mengusung tema “Alter-Native”, yang memadukan makna perubahan dan asal-usul budaya. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 7–21 Juni 2026 dengan menghadirkan sekitar 200 seniman dunia dalam 55 agenda pertunjukan.

Adapun “Under the Volcano” disutradarai Yusril Katil dan terinspirasi dari syair “Lampung Karam” karya Muhammad Saleh tentang letusan Gunung Krakatau pada 1883. Sementara “Hikayat Perahu/The Tale of Boat” disutradarai Sri Qadariatin berdasarkan interpretasi “Syair Perahu” karya penyair sufi Hamzah Fansuri.

Restu menambahkan, rombongan Bumi Purnati Indonesia dijadwalkan berangkat ke Italia pada 13 Juni 2026 dan kembali ke Indonesia pada 22 Juni 2026. Kedua karya tersebut masing-masing akan dipentaskan dua kali selama festival berlangsung.