Pembukaan kembali perdagangan di Hong Kong memunculkan sinyal kuat bahwa sebagian arus modal mulai beralih ke saham-saham kecerdasan buatan (AI) yang lebih “murni” di China. Zhipu (secara formal Knowledge Atlas Technology JSC Ltd.) melonjak 43%, sementara MiniMax Group Inc. ditutup naik 15%. Kenaikan tersebut memperpanjang reli yang membuat kedua saham ini telah meningkat lebih dari empat kali lipat dibanding level pencatatan pada Januari.
Pergerakan saham terjadi setelah peluncuran agresif pembaruan model dan fitur baru menjelang Tahun Baru Imlek, periode yang umumnya mendorong peningkatan eksperimen pengguna. Kenaikan juga berlangsung ketika perusahaan-perusahaan bersiap menyambut pengumuman besar berikutnya dari DeepSeek yang telah diisyaratkan dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah ahli strategi menilai gelombang rilis baru di ranah model dasar (foundation model) China dapat kembali mengarahkan perhatian investor ke pemimpin kategori.
Perbedaan kinerja terlihat jelas dibanding para pemain platform internet besar. Alibaba Group Holding Ltd. turun 4,9% meski analis Jefferies mencatat aplikasi AI miliknya, Qwen, memproses 130 juta pesanan selama kampanye liburan. Tencent Holdings Ltd. melemah 2,1% walaupun aplikasi Yuanbao dilaporkan melampaui 50 juta pengguna aktif harian.
Pelaku pasar menilai platform internet yang terdiversifikasi berpotensi mengalami aksi ambil untung, sementara saham dengan eksposur AI yang lebih terkonsentrasi menarik aliran dana tambahan. Dari sisi riset, Morgan Stanley, Jefferies, dan UBS memulai cakupan terhadap MiniMax dengan rekomendasi setara beli. UBS memasang target harga HK$1.000, sekitar 3% di atas level terbaru HK$970, sedangkan Morgan Stanley memproyeksikan pendapatan MiniMax dapat mendekati US$700 juta pada 2027, yang mengindikasikan potensi kenaikan hingga sepuluh kali lipat dalam dua tahun ke depan.
Di saat yang sama, ekspektasi terhadap raksasa teknologi China juga disebut bergeser ketika investor menimbang belanja AI terhadap hasil yang dapat terukur. Bloomberg Intelligence memperkirakan Alibaba dan Meituan akan menyalurkan sekitar US$870 juta dalam bentuk insentif konsumen selama periode liburan, sementara Tencent merencanakan US$145 juta, menegaskan ketatnya persaingan.
Faktor regulasi turut menambah tekanan. Otoritas China memanggil Alibaba, Baidu, Tencent, dan JD.com serta mengarahkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk menahan praktik promosi dan membatasi kompetisi bergaya “involution”.
Di luar sektor teknologi, perdagangan pembukaan kembali cenderung lebih lemah pada sejumlah saham perjalanan dan konsumsi. Air China Ltd. turun 2,1%, China Eastern Airlines Corp. melemah 1,2%, Laopu Gold Co. turun 2,3%, dan China Tourism Group Duty Free Corp. merosot 5,4%. Namun, analis Citigroup menyebut arus penumpang domestik secara umum masih sesuai jalur, dengan kinerja maskapai dan perjalanan jalan raya lebih baik, sementara data perkeretaapian sedikit lebih lemah.

