Sabian Fathul Ilmi menjadi salah satu sorotan dalam peluncuran tim Yamaha Racing Indonesia untuk program balap internasional dan nasional yang digelar pada Jumat, 27 Februari 2026. Pembalap asal Berau, Kalimantan Timur itu tercatat sebagai yang termuda dalam susunan pembalap, dengan usia 13 tahun.
Untuk musim 2026, Yamaha Indonesia memproyeksikan Sabian tampil penuh (full series) di ajang R3 bLU cRU Asia Pasific. Keputusan tersebut disebut menjadi catatan tersendiri bagi Yamaha Indonesia karena menempatkan pembalap yang masih sangat muda pada kompetisi yang menggunakan motor Yamaha YZF-R3 bermesin 321 cc dalam format one make race.
Sebelumnya, Sabian pernah turun sebagai pembalap wildcard pada seri final R3 bLU cRU Asia Pasific di Sirkuit Buriram, Thailand, pada 23 November. Dalam penampilan debutnya itu, ia meraih finis ke-4 dan ke-6.
Dalam jenjang pembinaan yang dikampanyekan Yamaha Indonesia, Sabian diproyeksikan melanjutkan karier ke level yang lebih tinggi, mulai dari R3 World Cup, kemudian WorldSSP300, World Sportbike, hingga WorldSSP.
Selain mengikuti program internasional, Sabian juga disiapkan untuk menambah jam terbang melalui kompetisi nasional. Ia akan bersaing di kelas Sport 250 Pro pada Kejurnas MRS menggunakan motor R3.
“Sabian akan balapan R3 bLU cRU Asia Pasific dalam usia 13 tahun, juga siap main di kelas Sport 250 Pro untuk Kejurnas MRS dengan motor R3,” ujar Juniar Rizal, ayah Sabian yang juga pemilik tim Yamaha Aditama dan SCM Jerez Racing Team.
Juniar menambahkan, motor R3 untuk Sabian telah disiapkan oleh tim Yamaha Aditama dengan dukungan mekanik GDT Racing. Di sisi lain, Sabian juga disebut telah menetap di Yogyakarta dalam beberapa bulan terakhir untuk menjalani pembinaan bersama mentornya, Sudarmono, pemilik sekolah balap Mons54 Private.

