Rusia menghadapi kelangkaan tenaga kerja paling tajam dalam beberapa dekade, didorong oleh krisis demografi dan dampak perang di Ukraina. Dalam situasi ini, para perekrut mulai memperluas pencarian pekerja asing ke negara-negara berpenduduk besar, setelah selama bertahun-tahun Rusia sangat bergantung pada migran dari Asia Tengah untuk menutup kekosongan tenaga kerja.
Pemerintah Rusia memperkirakan perekonomian negara itu membutuhkan tambahan 11 juta pekerja pada akhir dekade ini untuk menjaga stabilitas pertumbuhan.
Isu kebutuhan tenaga kerja tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan Presiden Vladimir Putin ke New Delhi pada Desember lalu. Dalam pertemuan itu, pejabat Rusia dan India menandatangani kesepakatan untuk menyederhanakan prosedur migrasi tenaga kerja sementara.
Data Kementerian Urusan Internal Rusia menunjukkan peningkatan tajam izin kerja bagi warga India. Jumlahnya naik dari sekitar 5.000 pada 2021 menjadi lebih dari 56.000 pada tahun lalu.
Secara keseluruhan, izin kerja yang diberikan kepada warga asing tercatat melebihi 240.000 pada 2025, menjadi angka tertinggi sejak 2017, menurut data kementerian tersebut.

