Jakarta — Nilai tukar rupiah melemah tipis pada penutupan perdagangan Senin sore. Rupiah turun satu poin ke level Rp17.105 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS atau melemah 0,01 persen.
Pergerakan serupa terlihat pada Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. JISDOR tercatat melemah ke Rp17.122 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.112 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi rencana Amerika Serikat (AS) melakukan blokade di Selat Hormuz. Menurut dia, hal ini terkait dengan kegagalan perundingan perdamaian antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz, yang dinilai berisiko menggagalkan gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran.
Komando Pusat AS menyebut pasukan AS akan menerapkan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran mulai pukul 10.00 pagi waktu setempat pada Senin. Blokade itu disebut diberlakukan secara imparsial terhadap kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.
Sementara itu, Garda Revolusi Iran menyatakan setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak dengan keras dan tegas.
Di sisi lain, Ibrahim juga menyinggung proyeksi Asian Development Bank (ADB) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen pada 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibanding realisasi pertumbuhan tahun lalu sebesar 5,1 persen, namun lebih rendah dari target pemerintah 5,4 persen.
Ia menambahkan, proyeksi tersebut masih berada dalam rentang target inflasi Bank Indonesia sebesar 2,5±1 persen.