BERITA TERKINI
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.104 per Dolar AS, Pasar Cermati Konflik Global dan Arah Suku Bunga The Fed

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.104 per Dolar AS, Pasar Cermati Konflik Global dan Arah Suku Bunga The Fed

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan, Jumat (10/4/2026), di tengah sentimen global yang masih bergejolak. Berdasarkan data pasar, rupiah turun 14 poin atau 0,08% ke level Rp17.104 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah terutama dipicu faktor eksternal, khususnya perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Menurutnya, meski sempat terjadi gencatan senjata antara AS dan Iran, situasi dinilai belum stabil. Konflik yang melibatkan Israel serta dinamika kawasan turut memicu ketidakpastian di pasar.

“Pasar masih mencermati perkembangan konflik dan dampaknya terhadap jalur perdagangan energi global,” ujarnya.

Selain isu geopolitik, pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi AS yang dinilai akan menjadi acuan bagi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.

Dari dalam negeri, sentimen dinilai relatif positif. Survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat masih berada di level optimistis pada Maret 2026, meski sedikit menurun dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2% pada 2026-2027, meski di tengah perlambatan kawasan Asia akibat ketidakpastian global.

Ke depan, rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif. Dalam jangka pendek, mata uang Garuda berpotensi berada di kisaran Rp17.110 hingga Rp17.160 per dolar AS.