Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Rabu sore (1/4). Rupiah turun 0,12% atau 20 poin ke level Rp17.015 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.995.
Pergerakan rupiah pada hari itu tercatat dibuka stabil di Rp16.994, kemudian bergerak terkoreksi hingga Rp17.015 dan bertahan di level tersebut hingga penutupan. Pelemahan ini menjadi hari keempat rupiah berada dalam tekanan dan kembali mencetak rekor terendah baru setelah menembus Rp17.000 per dolar AS.
Di saat rupiah melemah, dolar AS di pasar uang Eropa justru menurun setelah mengalami koreksi signifikan pada sesi global sebelumnya. Kondisi ini terjadi di tengah koreksi dari reli dolar, seiring munculnya berita yang meningkatkan kemungkinan de-eskalasi konflik di Timur Tengah.
Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, pada sore hari WIB turun ke 99,52 dari posisi penutupan sebelumnya di 99,85.
Dari pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir sesi Rabu menguat 136,216 poin atau 1,93% ke level 7.184,438. Bursa saham Asia pada umumnya juga menguat, dipimpin Kospi dan Nikkei, di tengah meningkatnya harapan bahwa perang Iran akan segera berakhir, serta mengikuti Wall Street yang ditutup serempak dengan penguatan.
Untuk sepekan ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.040 hingga Rp16.891 per dolar AS.

