Riset kripto periode 23–27 Maret 2026 menyoroti pasar yang bergerak dalam fase konsolidasi, dengan Bitcoin cenderung lesu (sideways) dan perhatian investor mulai bergeser ke sejumlah sektor altcoin, terutama platform launchpad dan tema kecerdasan buatan (AI). Di saat yang sama, dinamika makroekonomi global—termasuk gangguan pasokan energi akibat konflik geopolitik—menjadi salah satu faktor yang membayangi sentimen aset berisiko.
Dari sisi data pasar, kapitalisasi pasar kripto tercatat naik tipis menjadi US$2,43 triliun (+0,06%), sementara CoinMarketCap 100 Index melemah tipis ke US$140,08 (-0,05%). Indikator Fear & Greed Index naik ke level 36, menandakan kepanikan pasar mulai mereda meski masih berada di zona “Fear”. Sementara itu, CMC Altcoin Season Index naik ke 50/100, sebuah level netral yang mengindikasikan dominasi “Bitcoin Season” mulai memudar dan pasar memasuki fase transisi.
Tekanan geopolitik dan sinyal kebijakan moneter AS
Di ranah global, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut mengirim proposal damai 15 poin kepada Iran, namun Iran menolak dan menyatakan tidak akan bernegosiasi dengan pihak yang melanggar perjanjian. Konflik Iran dan US-Israel juga dilaporkan mengganggu pasokan global hingga memicu kekurangan bahan bakar di lebih dari 10 negara, termasuk Filipina, Australia, dan India. Di tengah situasi itu, impor minyak mentah AS dari Venezuela mencapai level tertinggi sejak 2019.
Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve menambah likuiditas sebesar US$8,07 miliar ke sistem keuangan pada 25 Maret 2026 melalui operasi pembelian Treasury Bills. Kalender data ekonomi AS juga menjadi perhatian. Indeks PMI Manufaktur AS pada 24 Maret tercatat 52,4 (di atas perkiraan 51,5), yang dipandang sebagai sentimen bearish bagi kripto karena ekonomi yang terlalu tangguh dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Pasar juga menanti rilis Initial Jobless Claims pada 26 Maret serta Michigan 1-Year Inflation Expectations pada 27 Maret.
Isu fiskal, perdagangan, dan kredit di Indonesia
Di dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan adanya usulan efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi menghemat anggaran hingga Rp40 triliun per tahun. Purbaya juga menyatakan pemerintah belum berencana membatasi penyaluran BBM bersubsidi meski harga minyak dunia bergejolak di tengah konflik geopolitik.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat tidak bisa ditawar, termasuk penurunan tarif dari 32% menjadi 19% dan pemberian tarif 0% bagi 1.819 komoditas strategis Indonesia seperti kopi dan minyak sawit. Sementara itu, Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan melambat menjadi 9,37% pada Februari 2026 dari 9,96% pada Januari. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan target pertumbuhan ekonomi 5,5% dapat tercapai pada kuartal I 2026, ditopang konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri.
Rotasi modal: launchpad dan AI memimpin kinerja sektor
Secara mingguan, arus modal kripto terlihat berputar dari narasi sebelumnya menuju inovasi teknologi dan pendanaan awal proyek. Sektor DAO Maker mencatat kenaikan tertinggi (+89,29%), disusul Bittensor Subnets (+58,28%). Sejumlah subsektor bertema AI juga menguat, seperti AI Agents (+37,74%), Robotics (+24,95%), dan Generative AI (+23,25%). Di sisi lain, minat spekulatif masih terlihat dari Four.Meme Ecosystem (+47,56%).
Pada level token, SN4 memimpin kenaikan (+84,88%), diikuti SN3 (+70,69%) dan BANANAS31 (+41,91%). Token lain yang disebut menguat antara lain ZANO (+36,28%) dan KITE (+34,49%).
Bitcoin masih sideways, area US$72.000 jadi magnet resistance
Analisis teknikal dalam riset tersebut menggambarkan Bitcoin masih bergerak sideways pada timeframe harian, dengan tren turun yang dinilai kuat dan resistance di area US$72.000. RSI disebut masih berada di bawah garis MA-nya, sehingga terdapat risiko pelemahan menuju area Fibonacci Retracement 0,618 (66.154) hingga 0,786 (63.447). Pada timeframe mingguan, harga disebut mulai memantul di atas MA 200 dengan dukungan MA 7, sementara RSI berada di atas garis MA meski masih di bawah 50—membuka peluang bullish jangka panjang, namun tetap membutuhkan katalis yang kuat.
Dalam skenario bullish, Bitcoin dinilai baru lebih meyakinkan jika mampu menembus resistance US$72.000. Sementara skenario bearish menempatkan Bitcoin kembali bergerak sideways dengan potensi turun menguji area likuiditas bawah pada rentang 66.154–63.447.
On-chain: likuiditas, cost-basis, dan dominasi akumulasi
Data heatmap likuidasi menunjukkan penumpukan likuiditas short yang tebal di US$72.000, yang dipandang sebagai “magnet” terdekat. Di sisi bawah, area US$68.000–US$70.000 terlihat sebagai bantalan likuiditas yang berperan sebagai support penting, dengan US$68.000 disebut sebagai lantai krusial untuk menahan penurunan lebih dalam.
Riset itu juga menyoroti perbandingan cost-basis: harga Bitcoin masih berada di atas modal rata-rata kelompok long-term whales, miner whales, serta deposit pengguna Binance, yang dinilai membantu menjaga kestabilan pasar. Namun, Bitcoin masih berada di bawah realized price kelompok “new whales” di US$83.365, sehingga kelompok investor besar yang baru masuk disebut berada dalam posisi rugi tertahan.
Selain itu, disebut terjadi penarikan Bitcoin secara agresif dari bursa, dengan cadangan bursa dilaporkan anjlok sekitar 77.000 BTC. Di sisi institusi, riset tersebut mencatat akumulasi treasury perusahaan publik dinilai timpang, dengan pembelian sekitar 45.000 BTC dalam sebulan terakhir didominasi satu entitas (“Strategy”), sementara pembelian perusahaan lain turun tajam ke sekitar 1.000 BTC. Coinbase Premium Index juga disebut masih negatif (-0,03), yang diartikan sebagai arus modal investor dan institusi AS yang belum solid.
Perkembangan altcoin: Ethereum pasca-kuantum, Solana untuk institusi, dan uji coba RLUSD
Di sisi pengembangan proyek, Ethereum Foundation meluncurkan situs Post-Quantum Ethereum yang merangkum roadmap dan riset transisi keamanan pasca-kuantum, dengan target upgrade protokol layer-1 utama selesai pada 2029. Mantle menjadwalkan upgrade Arsia v1.5.3 di Sepolia pada 25 Maret untuk membawa model biaya baru dan menyatukan beberapa fork OP Stack dalam satu aktivasi.
Solana Foundation meluncurkan Solana Developer Platform (SDP), toolkit yang ditujukan untuk memudahkan institusi membangun aplikasi keuangan di Solana, dengan pengguna awal termasuk Mastercard, Western Union, dan Worldpay. SOON mengumumkan soonBase L3 dihentikan pada 26 Maret, dengan penegasan bahwa SOON Mainnet dan svmBNB tetap berjalan. Ripple memanfaatkan Monetary Authority of Singapore untuk menguji penggunaan RLUSD dalam trade finance lintas negara bersama Unloq, dengan skema pelepasan pembayaran otomatis ketika kondisi tertentu terpenuhi.
Analisis on-chain altcoin mencatat rasio staking ETH mencapai sekitar 31,4% dengan sekitar 38,31 juta ETH terkunci, sementara suplai ETH di Binance turun ke level terendah sejak 2020 dan suplai di seluruh bursa disebut menyentuh titik terendah sejak 2016. Untuk HYPE, riset menyebut akumulasi kinerja tahunan masih kuat, dengan dinamika derivatif memperlihatkan penumpukan posisi short dan potensi short liquidation sekitar US$29 juta berhadapan dengan sekitar US$22 juta long. Pada XRP, volatilitas 30 hari di Binance turun ke sekitar 0,5266, yang diartikan sebagai fase volatility compression. TAO disebut naik 22% dalam sepekan, namun dibayangi pasar derivatif yang berat ke sisi long serta indikasi bearish RSI divergence pada timeframe 8 jam. Sementara PUMP diperdagangkan di sekitar US$0,0018 setelah sempat turun ke US$0,0016, dengan pemulihan yang dinilai masih tertahan.
Jadwal token unlock: EDGE dan GUNZ jadi sorotan
Periode 30 Maret–3 April 2026 diperkirakan diwarnai risiko volatilitas dari token unlock. Definitive (EDGE) disebut akan melepas token setara 50,2% dari kapitalisasi pasar pada 2 April, sementara GUNZ (GUN) merilis 25% pada 31 Maret. Token lain yang dijadwalkan unlock besar antara lain PlaysOut (PLAY) 18,3% dan Audiera (BEAT) 15,3% pada 1 April, serta Treehouse (TREE) sekitar 10%.
Di kategori menengah (5–10%), StakeStone (STO) dijadwalkan menambah suplai beredar 8,95% pada 3 April, disusul ika (IKA) 7,22%, io.net (IO) 6,09%, Maverick Protocol (MAV) 5,89%, dan EigenCloud (EIGEN) 5,69%. Sementara itu, unlock ringan di bawah 5% mencakup Sui (SUI) 1,37%, Optimism (OP) 1,52%, dan Ethena (ENA) 1,11%.
Regulasi dan adopsi institusi
Dari sisi regulasi, negara bagian Delaware di AS mengajukan paket regulasi yang memperkenalkan kerangka lisensi stablecoin serta aturan aset digital untuk bank dan perusahaan. CFTC membentuk Innovation Task Force untuk menyusun kerangka aturan lebih jelas bagi produk kripto, blockchain, AI, prediction market, dan event contracts, dengan koordinasi bersama SEC dan Innovation Advisory Committee. Dua senator AS juga memperkenalkan Prediction Markets Are Gambling Act untuk melarang kontrak prediksi olahraga dan kasino pada platform terdaftar di CFTC.
Di tingkat industri, Binance menerapkan aturan yang mewajibkan proyek mengungkap identitas market maker, badan hukum, dan syarat kontrak, serta melarang skema profit-sharing dan guaranteed return. Pemerintah Inggris memberlakukan moratorium donasi kripto ke partai politik, berlaku untuk semua jumlah dan disertai tenggat 30 hari untuk mengembalikan donasi kripto setelah legislasi disahkan.
Adopsi institusi juga tercatat berkembang. Hostplus—dana pensiun besar di Australia dengan aset lebih dari US$150 miliar—disebut mempertimbangkan eksposur Bitcoin dan aset digital melalui opsi self-directed Choiceplus. NYSE bekerja sama dengan Securitize untuk mengembangkan platform sekuritas tertokenisasi 24/7. Franklin Templeton meluncurkan ETF tokenized yang dapat diperdagangkan 24/7 melalui Benji Technology Platform serta integrasi tokenized fund shares sebagai collateral institusional di Binance. Bank Montreal memperkenalkan tokenized cash dan tokenized deposit bersama CME Group dan Google Cloud untuk institusional 24/7 yang direncanakan pada paruh kedua 2026 menunggu persetujuan regulator. Bitpanda meluncurkan Vision Chain untuk membantu bank Eropa menerbitkan aset tokenized di bawah kerangka regulasi seperti MiCA dan MiFID II.
Gambaran pekan berikutnya
Secara umum, riset tersebut menilai pasar berada pada konsolidasi yang relatif stabil, dengan Bitcoin masih cenderung sideways dan level US$72.000 menjadi resistance terdekat sekaligus magnet likuiditas. Area US$68.000–US$70.000 dipandang sebagai support krusial. Di sisi altcoin, rotasi modal yang menguat tercermin dari naiknya Altcoin Season Index ke 50/100, sementara sektor launchpad dan AI menjadi narasi yang paling menonjol dalam pergerakan mingguan.
Di tengah kondisi itu, jadwal token unlock dengan skala besar pada sejumlah aset disebut berpotensi memicu volatilitas, terutama pada proyek dengan pelepasan suplai yang signifikan.

