BERITA TERKINI
Retaknya Sikap Sekutu NATO terhadap Perang AS-Israel di Iran, Eropa Batasi Akses dan Khawatir Dampak Energi

Retaknya Sikap Sekutu NATO terhadap Perang AS-Israel di Iran, Eropa Batasi Akses dan Khawatir Dampak Energi

Perang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran memicu ketegangan di internal NATO. Sejumlah sekutu utama Washington di Eropa disebut mulai mengambil jarak dengan menolak berbagai bentuk dukungan operasional, mulai dari akses ruang udara, izin pangkalan, hingga permintaan relokasi sistem pertahanan udara. Situasi ini terjadi di tengah ketidakpastian komitmen AS terhadap klausul pertahanan bersama NATO.

Menurut laporan Middle East Eye, Spanyol telah menutup ruang udaranya bagi pesawat tempur AS yang terlibat dalam serangan ke Iran. Italia juga mengambil langkah serupa. Surat kabar Corriere della Sera melaporkan Roma menolak izin mendarat bagi pesawat militer AS yang hendak menuju Timur Tengah di pangkalan Sisilia.

Polandia, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekutu paling setia AS di Eropa Timur, bahkan menolak permintaan informal pemerintahan Presiden Donald Trump untuk merelokasi sistem pertahanan udara Patriot ke Timur Tengah.

Trump merespons perkembangan itu dengan nada keras melalui unggahan di media sosial X. Ia mengecam Prancis yang melarang wilayah udaranya digunakan untuk pengiriman peralatan militer ke Israel. Trump juga mengkritik Inggris yang dinilai enggan bergabung dalam perang. “AS akan mengingat ini!!!” tulis Trump.

Ketegangan di antara sekutu turut diperparah oleh pernyataan Menteri Perang AS, Pete Hegseth, yang menolak berkomitmen pada Pasal 5 NATO—prinsip bahwa serangan terhadap satu anggota merupakan serangan terhadap semua. Hegseth menyatakan AS telah menyerang Iran “atas nama dunia bebas”, namun justru menghadapi hambatan dari para sekutu.

Di balik penolakan sejumlah negara Eropa, terdapat kekhawatiran terhadap dampak energi. Blokade Iran di Selat Hormuz disebut telah mendorong kenaikan harga minyak dan gas di Eropa, yang sebelumnya sudah terdampak peralihan pasokan energi dari Rusia setelah invasi Ukraina.

Iran juga disebut berupaya membangun mekanisme alternatif di jalur pelayaran strategis tersebut dengan memberi prioritas kepada kapal-kapal yang tidak berafiliasi dengan Barat atau yang bertransaksi menggunakan mata uang yuan China, bukan dolar AS.

Menanggapi situasi di Selat Hormuz, Trump menunjukkan sikap yang dinilai lepas tangan. Dalam unggahan di X, ia menulis, “Ambil saja sendiri!” merujuk pada kendali Selat Hormuz. Ia juga menyatakan negara-negara lain “harus belajar bertarung untuk diri sendiri” dan menambahkan bahwa AS “tidak akan ada lagi di sana untuk membantu”, seraya menyindir bahwa pihak lain juga tidak hadir untuk AS.