BERITA TERKINI
Rencana Pertemuan Trump–Xi Belum Pasti, AS Pertimbangkan Tunda Kunjungan ke Beijing

Rencana Pertemuan Trump–Xi Belum Pasti, AS Pertimbangkan Tunda Kunjungan ke Beijing

Rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping kembali diliputi ketidakpastian. Hingga Selasa, belum ada kejelasan mengenai kapan kedua pemimpin akan bertemu, meski agenda tersebut sebelumnya disebut-sebut akan digelar pada akhir bulan ini di Beijing.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan pembahasan terkait waktu kunjungan masih berlangsung. Juru bicara Lin Jian mengatakan pihaknya belum memiliki informasi tambahan mengenai jadwal pertemuan yang direncanakan tersebut.

Sehari sebelumnya, Trump menyampaikan keinginannya untuk menunda kunjungan ke China sekitar satu bulan. Menurutnya, situasi konflik yang sedang berjalan membuat ia perlu tetap berada di dalam negeri.

“Kita sedang menghadapi perang. Saya pikir penting bagi saya untuk tetap berada di sini,” ujar Trump dari Gedung Putih.

Wacana penundaan ini muncul setelah pertemuan pejabat kedua negara di Paris yang bertujuan mempersiapkan agenda pertemuan tingkat tinggi. Dalam pertemuan itu, kedua pihak diharapkan membahas perpanjangan gencatan dagang yang telah berlangsung selama satu tahun sejak kesepakatan pada Oktober lalu.

Di tengah persiapan tersebut, Trump juga sempat memberi tekanan kepada Beijing dengan mengancam membatalkan kunjungan bila China tidak mengirim kapal perang untuk membantu mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Selat ini merupakan rute penting yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, namun kini terganggu akibat konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Penundaan pertemuan dinilai dapat memengaruhi hubungan kedua negara dalam situasi global yang memanas. Menteri Luar Negeri China Wang Yi sebelumnya menyebut tahun ini sebagai periode penting bagi hubungan Beijing–Washington, serta berharap pertukaran tingkat tinggi tetap berjalan meski konflik di Timur Tengah meningkat.

Sejumlah analis menilai langkah Trump mencerminkan kekhawatiran atas dampak perang terhadap kondisi politik dan ekonomi domestik Amerika Serikat. Penundaan ini juga dinilai memberi ruang bagi China untuk menjaga keseimbangan hubungannya dengan Iran, yang disebut sebagai salah satu mitra strategis Beijing.

Di sisi lain, China menyatakan akan menyalurkan bantuan kemanusiaan darurat ke sejumlah negara terdampak konflik, termasuk Iran, Yordania, Lebanon, dan Irak.