Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., menegaskan pentingnya kontribusi Indonesia dalam upaya perdamaian dan resolusi konflik global dalam seminar internasional bertajuk Indonesia Contribution to Contemporary Global Peace and Conflict Resolution. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Harun Nasution pada Kamis (27/11/2025).
Dalam sambutannya, Prof. Asep menyampaikan bahwa seminar ini diselenggarakan untuk membahas peran Indonesia dalam perdamaian dunia serta penyelesaian konflik kontemporer. Menurutnya, tema yang diangkat tidak hanya relevan, tetapi juga strategis bagi peradaban global.
Prof. Asep mengaitkan pembahasan kontribusi Indonesia dengan amanat Pembukaan UUD 1945, yang menegaskan tujuan kemerdekaan Indonesia untuk ikut melaksanakan keterlibatan dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadaan sosial.
Ia juga menyinggung momentum ketika Presiden Republik Indonesia menyampaikan pidato yang memuat seruan moral global, antara lain agar pembantaian dihentikan, gencatan senjata diberlakukan, serta mekanisme penyelesaian damai ditegakkan melalui hukum internasional. Prof. Asep menilai pidato tersebut bukan sekadar sikap politik, melainkan posisi etik global Indonesia yang menegaskan tragedi kemanusiaan tidak dapat dibenarkan atas nama apa pun, serta bahwa keadilan bagi rakyat Palestina merupakan respons global. Ia menyebut, pidato tersebut menunjukkan Indonesia didengar oleh dunia.
Lebih lanjut, Prof. Asep menekankan kekuatan utama Indonesia sebagai negara yang majemuk, dengan beragam suku, bangsa, dan agama. Ia menyebut Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, sekaligus memiliki karakter unik sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim yang demokratis dan berlandaskan kemanusiaan.
Di akhir sambutannya, Prof. Asep mengatakan wajar jika banyak pihak melihat Indonesia sebagai pemimpin dunia Islam, bukan karena kekuatan militer atau ekonomi, melainkan karena keteladanan dalam menjaga harmoni dan kontribusi terhadap perdamaian. Ia juga menyinggung peran kepemimpinan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mendorong kontribusi tersebut.
Prof. Asep menegaskan komitmen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk mengambil peran aktif dalam misi global ini. Ia menyampaikan bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat menyalurkan ilmu, tetapi juga ruang peradaban yang menyiapkan intelektual, diplomat, akademisi, dan pemimpin dunia masa depan yang membawa nilai rahmatan lil alamin.

