BERITA TERKINI
Rapat Anggota NOC Indonesia 2026 Dorong Tata Kelola Berstandar Internasional dan Penguatan Diplomasi Olahraga

Rapat Anggota NOC Indonesia 2026 Dorong Tata Kelola Berstandar Internasional dan Penguatan Diplomasi Olahraga

Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Pusat Drs. Tb. Lukman Djajadikusuma, MEMOS., mewakili Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman, menghadiri Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Tahun 2026 yang digelar Sabtu, 9 Mei 2026, di Hotel Fairmont, Jakarta.

Rapat anggota tahun ini mengusung tema “Indonesian Sport Connecting Globally”. Tema tersebut disebut menjadi momentum bagi NOC Indonesia untuk menegaskan komitmen penyelarasan tata kelola organisasi olahraga dengan standar internasional, sesuai Olympic Charter dan statuta federasi dunia.

Mewakili KONI Pusat, Tb. Lukman menyampaikan apresiasi atas tema rapat anggota tersebut. Ia menilai tema itu sejalan dengan upaya membawa olahraga Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat internasional, tidak hanya melalui prestasi atlet, tetapi juga lewat tata kelola organisasi, kualitas pembinaan, sport science, serta penguatan ekosistem olahraga yang profesional dan berkelanjutan.

Tb. Lukman juga menegaskan Rapat Anggota NOC Indonesia 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi olahraga nasional di tengah persaingan global yang semakin kompetitif. Ia menyebut olahraga Indonesia membutuhkan kebersamaan, konsistensi, dan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan agar bergerak dalam visi yang sama menuju prestasi dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menyampaikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan olahraga nasional yang selama ini menjaga sinergi dalam membangun prestasi olahraga Indonesia. Ia secara khusus menyebut peran KONI, KORMI, dan pihak terkait lainnya, seraya menyatakan keyakinan bahwa kebersamaan dan persatuan dapat mendorong kemajuan olahraga Indonesia di kancah dunia.

Raja Sapta Oktohari menambahkan, perjuangan olahraga tidak hanya menyangkut atlet yang bertanding, tetapi juga pelatih, wasit, perangkat pertandingan, hingga infrastruktur olahraga yang perlu terus berkembang secara profesional.

Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Warsito menegaskan olahraga kini menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter dan jati diri bangsa. Ia menyatakan olahraga telah masuk dalam roadmap pembangunan nasional sebagai program kerja prioritas.

Menurut Warsito, pemerintah juga memasukkan rencana pembentukan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Nasional untuk memperkuat ekosistem olahraga. Ia menyebut dukungan terhadap sport science, sport technology, riset, dan inovasi olahraga akan diperkuat melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga. Warsito menekankan bahwa prestasi lahir dari kolaborasi, dan multievent internasional mendatang perlu dipersiapkan secara terukur, profesional, serta dengan semangat gotong royong.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir turut menegaskan komitmennya mendukung kemajuan olahraga nasional. Ia menyatakan olahraga menjadi bagian penting dalam diplomasi, karena dapat memperkuat posisi bangsa di mata dunia.

Erick juga menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap masa depan atlet Indonesia, termasuk melalui program 100 beasiswa LPDP bagi atlet nasional. Ia menjelaskan, Presiden ingin memastikan atlet tidak hanya memiliki masa depan sebagai aparatur sipil negara, tetapi juga mendapat kesempatan berkarier di berbagai sektor, termasuk TNI dan Polri.

Selain itu, Erick menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran olahraga yang tepat sasaran, keberlanjutan fasilitas olahraga, serta kepatuhan seluruh federasi terhadap regulasi World Anti-Doping Agency (WADA).

Dalam forum tersebut, Erick juga menyinggung upaya diplomasi olahraga di Asia Tenggara melalui Bali Declaration yang telah ditandatangani bersama para menteri olahraga ASEAN. Ia menyebut tiga poin utama yang disepakati, yakni pentingnya diplomasi olahraga, penguatan sport development, dan kolaborasi regional yang berkelanjutan.

Erick mengungkapkan rencana penyelenggaraan Asian Marathon Series 2027 yang melibatkan Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura sebagai bagian dari penguatan diplomasi olahraga di kawasan. Menutup sambutannya, ia menyampaikan regulasi baru di bidang olahraga telah ditandatangani sebagai fondasi awal reformasi sistem olahraga nasional.

Melalui Rapat Anggota NOC Indonesia 2026, para pihak berharap sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, federasi, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat untuk membangun ekosistem olahraga nasional yang modern dan profesional, sekaligus mendorong peningkatan prestasi Indonesia di panggung dunia.