Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi menggelar rapat kerja (raker) tahun 2026 di Bandung pada Jumat, 8 Mei 2026. Agenda ini menjadi ajang konsolidasi organisasi di tengah tekanan ekonomi global yang dinilai turut memengaruhi kinerja sektor industri nasional.
Ketua APINDO Kabupaten Bekasi, M. Yusuf Wibisono, mengatakan raker tahun ini mengusung tema “Memperkokoh Pondasi Organisasi yang Kreatif, Produktif dan Inovatif dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi Masa Depan”. Menurut dia, tema tersebut dipilih sebagai bentuk kesiapan organisasi menghadapi tantangan ekonomi dunia yang semakin kompleks.
Yusuf menilai situasi geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, memberi dampak besar terhadap dunia industri, khususnya sektor otomotif. Dalam forum raker, sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari geopolitik global, tekanan ekonomi dunia, perkembangan era digitalisasi, otomasi industri, hingga program kerja masing-masing bidang di internal organisasi.
“Kondisi tekanan ekonomi global sangat berpengaruh terhadap dunia industri, kemudian isu Timur Tengah yang sampai saat ini belum ada titik cerah. Saya mewakili industri otomotif sangat merasakan dampaknya, sehingga kita harus berpikir mengenai efisiensi untuk menjaga stabilitas harga,” ujar Yusuf.
Dalam raker tersebut, APINDO Kabupaten Bekasi mengajak para anggota memperkuat sinergi dan menyiapkan langkah strategis agar perusahaan dapat bertahan tanpa melakukan rasionalisasi tenaga kerja. Yusuf menekankan perlunya skema kerja yang kreatif, produktif, dan inovatif untuk merespons ketidakpastian ekonomi global.
“Melalui raker ini kita mengharapkan seluruh anggota siap menghadapi kondisi saat ini dengan berbagai skema agar tidak terjadi rasionalisasi. Kita mengajak anggota bersama-sama bersinergi membuat langkah kerja yang kreatif, produktif, dan inovatif,” katanya.
Selain penguatan strategi internal, raker juga menekankan pentingnya kolaborasi antarbidang di dalam organisasi untuk merealisasikan program kerja APINDO pusat. Yusuf menilai, menjaga kepercayaan investor menjadi faktor penting agar sektor industri di Kabupaten Bekasi tetap tumbuh di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.
“Yang penting bagaimana para investor ini terus mempercayakan investasinya. Saya tetap optimistis Kabupaten Bekasi sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara masih memiliki potensi yang sangat besar,” ujarnya.
Ia juga menilai keterlibatan pemerintah diperlukan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, sehingga investor memiliki kepastian dan keyakinan dalam menanamkan modal di Bekasi. APINDO Kabupaten Bekasi berharap pemerintah mengambil langkah konkret melalui kebijakan dan regulasi yang mendukung keberlangsungan dunia usaha di tengah tekanan ekonomi global.
Menurut Yusuf, sejumlah perusahaan, terutama sektor padat karya, mulai mengalami kesulitan akibat tingginya tekanan ekonomi dan kenaikan biaya operasional, termasuk kenaikan upah tenaga kerja. “Memang ada beberapa pengusaha yang tidak dapat bertahan karena tekanan ekonomi global dan akhirnya menutup usahanya. Saat ini kami sedang melakukan riset dan survei terkait beberapa usaha yang tutup,” katanya.
Karena itu, APINDO meminta pemerintah melihat kondisi riil dunia usaha secara objektif dan menghadirkan kebijakan yang menjadi solusi bersama antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah. “Kami berharap pemerintah bisa membuat kebijakan yang menjadi win-win solution bagi semua pihak,” ujar Yusuf.
Melalui raker 2026 ini, APINDO Kabupaten Bekasi berharap organisasi semakin solid serta mampu memberi kontribusi lebih besar bagi masyarakat dan mendukung pengembangan perekonomian nasional.