Iduladha, yang dikenal sebagai hari raya kurban, dirayakan umat Muslim di berbagai belahan dunia. Selain menjadi momen ibadah dan kebersamaan, perayaan ini juga identik dengan tradisi kuliner yang beragam. Di sejumlah negara, daging menjadi bahan utama yang diolah dengan resep dan teknik memasak yang diwariskan lintas generasi.
Di kawasan Timur Tengah, hidangan berbasis nasi berbumbu rempah kerap hadir di meja makan. Nasi mandhi, misalnya, dimasak bersama daging kambing atau domba panggang. Sementara kabsa memiliki ciri nasi berwarna kuning dari campuran rempah. Selain itu, ada pula maqluba, yakni olahan sayur dan daging yang dimasak bersama beras lalu disajikan dengan cara dibalik. Menu lain yang juga populer adalah sambousak, gorengan berisi daging cincang berbumbu yang mirip pastel.
Dari Afrika Utara, boulfaf menjadi salah satu pilihan yang dikenal, berupa hati kambing panggang. Kawasan ini juga memiliki tagine, hidangan yang dinamai dari pot tanah liat tempat memasaknya. Dari Maroko hingga Aljazair dan Tunisia, tagine memiliki variasi bergantung wilayah. Umumnya, daging dan sayuran dimasak lalu disajikan bersama tagine dan kerap ditemani couscous.
Turki memiliki ragam kebab, salah satunya shish kebab. Hidangan ini dibuat dari potongan daging—biasanya domba, sapi, atau ayam—yang ditusuk lalu dipanggang atau dibakar. Daging umumnya direndam bumbu seperti yogurt, bawang putih, jahe, dan rempah lainnya. Shish kebab biasa disajikan bersama nasi, roti pita, sayuran, dan salad. Hidangan ini disebut mirip dengan shashlik yang ditemukan di kawasan Kaukasus.
Di China, terdapat mi goreng bernama sangza yang disebut sebagai cara merayakan Idul Fitri. Sangza merupakan camilan yang dibuat dari tali tipis adonan tepung terigu yang digoreng, kemudian ditumpuk hingga berbentuk piramida.
Sementara di Asia Tengah, nasi biryani dikenal sebagai salah satu hidangan yang kerap hadir, terutama di Pakistan dan India. Biryani pada dasarnya adalah beras basmati yang dimasak bersama daging dan rempah-rempah.
Di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, ketupat menjadi hidangan yang umum disajikan saat Iduladha. Ketupat digambarkan sebagai nasi bungkus yang dibuat dari beras ketan dengan santan, dibungkus daun palem yang dianyam. Ketupat biasanya disantap bersama opor berkuah dengan daging sapi atau ayam. Selain itu, rendang—daging sapi yang dimasak dengan santan dan rempah—juga kerap hadir. Daging kurban juga sering diolah menjadi sate kambing, yakni potongan daging yang ditusuk dan dibakar, lalu disajikan dengan bumbu kecap yang dilengkapi irisan cabai dan bawang merah, atau menggunakan bumbu kacang.
Beragam hidangan tersebut memperlihatkan bagaimana tradisi Iduladha di berbagai negara tidak hanya dirayakan melalui ibadah, tetapi juga lewat sajian khas yang mencerminkan kekayaan budaya dan kebersamaan.

