KARAWANG — Eskalasi konflik di Timur Tengah mulai menekan rantai pasok energi dan komoditas global, termasuk pupuk. Situasi ini memicu fluktuasi harga pupuk urea di pasar internasional serta berpotensi mengganggu distribusi dari sejumlah produsen utama dunia.
Merespons dinamika tersebut, PT Pupuk Kujang memperketat pengawasan operasional dan memastikan keandalan pabrik untuk menjaga ketersediaan stok pupuk di dalam negeri. Pupuk Kujang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang mengoperasikan fasilitas produksi urea di Jawa Barat.
Direktur Utama Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif, mengatakan perusahaan memprioritaskan stabilitas operasional dengan menjaga performa pabrik Kujang 1A dan 1B agar tetap beroperasi optimal tanpa kendala teknis.
“Stabilitas produksi menjadi kunci agar kebutuhan petani tidak terganggu oleh dinamika harga global,” ujar Budi, Selasa (7/4/2026).
Terkait peluang ekspor di tengah konflik global, Pupuk Kujang menegaskan kebijakan niaga internasional merupakan kewenangan holding. Perusahaan, kata Budi, berfokus pada upaya menjaga ketersediaan stok melalui produksi yang efisien dan berkualitas.
Hingga awal April 2026, stok pupuk urea di wilayah distribusi Pupuk Kujang tercatat sesuai ketentuan pemerintah. Pengawasan dilakukan mulai dari proses produksi di Cikampek hingga distribusi ke daerah.
Berdasarkan data per 6 April 2026, stok pupuk urea bersubsidi di Jawa Barat mencapai 33.568,7 ton. Sementara di Kabupaten Subang tercatat 1.272,8 ton.
“Dinamika pasar global memang bergejolak, namun tugas kami memastikan pabrik tetap beroperasi andal dan efisien,” katanya.
Budi menambahkan, langkah menjaga produksi turut didukung kebijakan pemerintah, terutama terkait ketersediaan gas bumi sebagai bahan baku utama. Sektor pupuk termasuk dalam prioritas alokasi gas nasional.
Selain itu, Pupuk Kujang terus melakukan pemeliharaan preventif terhadap infrastruktur pabrik guna menjaga keberlangsungan produksi. “Kebutuhan pangan dalam negeri tidak boleh terdampak gejolak global. Kebutuhan petani domestik adalah prioritas utama,” tegasnya.