BERITA TERKINI
Puluhan Maskapai Global Batalkan dan Alihkan Rute Penerbangan ke Timur Tengah akibat Konflik

Puluhan Maskapai Global Batalkan dan Alihkan Rute Penerbangan ke Timur Tengah akibat Konflik

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat–Israel dan Iran berdampak meluas hingga ke industri penerbangan global. Sejumlah maskapai dari berbagai negara membatalkan penerbangan atau mengalihkan rute menyusul penutupan jalur udara di wilayah konflik.

Penutupan ruang udara di Timur Tengah—yang selama ini menjadi jalur strategis penerbangan antarbenua—mengganggu konektivitas perjalanan udara secara luas. Dampaknya dirasakan pada penerbangan dari dan menuju berbagai negara di sejumlah benua, seiring maskapai menyesuaikan jadwal demi keselamatan penumpang dan kru.

Dikutip dari The Economic Times, berikut daftar maskapai yang melakukan pembatalan, penangguhan, atau pembatasan operasi penerbangan terkait situasi tersebut.

Delta Airlines (Amerika Serikat)
Delta membatalkan penerbangan New York–Tel Aviv hingga 31 Mei dan rute sebaliknya hingga 1 Juni. Selain itu, penerbangan ke Tel Aviv dihentikan sementara hingga 4 Agustus dan dari Tel Aviv hingga 5 Agustus.

Aegean Airlines (Yunani)
Penerbangan ke Tel Aviv, Beirut, dan Amman dibatalkan hingga 22 April, serta ke Erbil dan Baghdad hingga 24 Mei. Penerbangan ke Dubai dibatalkan hingga 19 April dan ke Riyadh hingga 18 April.

airBaltic (Latvia)
Semua penerbangan ke Tel Aviv dibatalkan hingga 29 April, dan semua penerbangan ke Dubai dibatalkan hingga 24 Oktober.

Air Canada (Kanada)
Semua penerbangan ke Tel Aviv dibatalkan hingga 2 Mei, sementara penerbangan ke Dubai dibatalkan hingga 28 Maret.

Air Europa (Spanyol)
Semua penerbangan ke Tel Aviv dibatalkan hingga 10 April.

Air France-KLM
Penerbangan ke Tel Aviv dan Beirut dibatalkan hingga 4 April, serta penerbangan ke Dubai dan Riyadh hingga 31 Maret, termasuk keberangkatan dari Dubai pada 1 April. Maskapai ini juga menangguhkan penerbangan ke Riyadh, Dammam, dan Dubai hingga 17 Mei dan ke Tel Aviv hingga 11 April.

Cathay Pacific (Hong Kong)
Membatalkan semua penerbangan ke Dubai dan Riyadh hingga 31 Mei. Maskapai ini akan mengoperasikan tiga penerbangan pulang-pergi tambahan ke Paris dan Zurich, serta menyediakan kursi tambahan untuk penerbangan ke London pada April.

El Al Israel Airlines (Israel)
El Al membatasi 15 penerbangan keluar per hari, dengan setiap keberangkatan dibatasi maksimal 50 penumpang.

Emirates (Uni Emirat Arab)
Pengoperasian jadwal penerbangan dikurangi setelah pembukaan kembali sebagian wilayah udara regional.

Etihad Airways (Uni Emirat Arab)
Pengoperasian penerbangan komersial terbatas antara Abu Dhabi dan beberapa tujuan tertentu.

Finnair (Finlandia)
Penerbangan ke Dubai dibatalkan hingga 29 Maret dan ke Doha hingga 2 Juli.

Flynas (Arab Saudi)
Maskapai ini memperpanjang penangguhan penerbangan ke Dubai, Abu Dhabi, Sharjah, Doha, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah hingga 31 Maret.

IAG (British Airways)
Hingga 31 Mei, penerbangan ke Amman, Bahrain, Dubai, dan Tel Aviv dibatalkan, serta ke Doha hingga 30 April. Penerbangan ke Abu Dhabi tetap ditangguhkan hingga akhir tahun ini.

IndiGo (India)
Menangguhkan operasi ke Doha, Kuwait, Bahrain, Dammam, Fujairah, Ras Al Khaimah, dan Sharjah hingga 28 Maret.

Japan Airlines
Menangguhkan penerbangan terjadwal Tokyo–Doha hingga 31 Maret dan rute sebaliknya hingga 1 April.

LOT (Polandia)
Semua penerbangan ke Dubai dibatalkan hingga 28 Maret dan ke Tel Aviv hingga 31 Mei. Penerbangan ke Riyadh dibatalkan hingga 30 April, serta ke Beirut dari 31 Maret hingga 30 April.

Lufthansa Group
Tujuan Dubai dan Tel Aviv dihentikan hingga 31 Mei. Tujuan Timur Tengah lainnya (termasuk Amman, Beirut, Teheran, dan lainnya) dihentikan hingga 24 Oktober. Penangguhan rute Tel Aviv, Beirut, dan Erbil berlaku hingga 30 April. Khusus Eurowings, rute Dubai, Abu Dhabi, dan Amman ditangguhkan hingga 24 Oktober.

Malaysia Airlines
Menangguhkan semua penerbangan ke Doha hingga 15 April.

Norwegian Air
Penerbangan ke Tel Aviv dan Beirut ditunda hingga 15 Juni, 1 April, dan 4 April, serta seluruh penerbangan ke Dubai dibatalkan hingga 8 April.

Pegasus (Turki)
Membatalkan penerbangan ke Iran, Irak, Amman, Beirut, Kuwait, Bahrain, Doha, Dammam, Dubai, Abu Dhabi, dan Sharjah hingga 13 April. Penerbangan ke Riyadh dibatalkan hingga 1 April.

Qatar Airways
Mengoperasikan sejumlah penerbangan terbatas dengan jadwal yang telah direvisi hingga 28 Maret.

Singapore Airlines
Menangguhkan penerbangan Singapura–Dubai hingga 30 April, serta menambahkan layanan pada rute Singapura–London Gatwick dan Singapura–Melbourne dari akhir Maret hingga 24 Oktober.

Turkish Airlines
Membatalkan sebagian besar penerbangan ke Timur Tengah hingga akhir Maret.

Wizz Air
Menangguhkan penerbangan ke Israel hingga 29 Maret, serta ke Dubai, Abu Dhabi, Amman, dan Jeddah dari daratan Eropa hingga pertengahan September.

Ketegangan geopolitik ini dinilai berdampak langsung terhadap konektivitas global, terutama di sektor penerbangan. Selama situasi di kawasan konflik belum mereda, maskapai diperkirakan akan terus menyesuaikan rute dan jadwal penerbangan.