Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya menjaga ketahanan fiskal dalam APBN Tahun Anggaran 2026 agar kemampuan fiskal tetap dapat mempertahankan kesejahteraan rakyat di tengah dinamika geopolitik global.
Puan menilai konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global, termasuk perekonomian Indonesia. Menurutnya, dampak tersebut dapat berimbas pada berbagai aspek, mulai dari harga minyak, biaya transportasi, dan harga barang, hingga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Selain itu, Puan menyebut situasi geopolitik juga dapat memengaruhi rantai perdagangan, laju pertumbuhan ekonomi, serta ketahanan fiskal dalam menjalankan pembangunan.
Di sisi lain, ia mengatakan masyarakat masih menaruh harapan agar negara hadir dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penghasilan, memperluas akses pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Dalam situasi perekonomian tersebut, dan pada saat yang sama, rakyat masih terus menaruh harapan besar agar negara hadir dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penghasilan rakyat, meningkatkan akses rakyat untuk mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat ekonomi kerakyatan,” kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.
Karena itu, Puan menyatakan politik anggaran pemerintah harus mampu menjaga ketahanan fiskal agar kesejahteraan rakyat tetap terjamin, termasuk dalam hal kesempatan kerja, peningkatan penghasilan, kualitas layanan publik, serta rasa aman dan tenteram.

