BERITA TERKINI
Presiden Prabowo: Indonesia Relatif Aman Hadapi Krisis Global Berkat Ketahanan Pangan

Presiden Prabowo: Indonesia Relatif Aman Hadapi Krisis Global Berkat Ketahanan Pangan

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia berada dalam posisi relatif aman menghadapi potensi krisis global, terutama dari sisi ketahanan pangan nasional. Ia menilai kondisi tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia di tengah situasi dunia yang diliputi ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan pembangunan ratusan jembatan di berbagai wilayah Indonesia secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 9 Maret 2026. Menurutnya, konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar turut memicu ketidakpastian global.

“Banyak pihak akan mengalami kesulitan. Tapi minimal kita aman dalam masalah pangan,” ujar Prabowo.

Selain ketahanan pangan, Presiden juga menekankan pentingnya kemandirian energi bagi Indonesia ke depan. Ia berharap Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia.

Prabowo menyebut sejumlah komoditas seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu berpotensi dikembangkan sebagai sumber energi alternatif. Dengan pengelolaan yang tepat, komoditas tersebut dinilai dapat mendukung upaya kemandirian energi nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden mengingatkan bahwa situasi global saat ini penuh ketidakpastian dan potensi konflik, sehingga Indonesia perlu tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi kondisi dalam negeri.

“Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak berkekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain dalam keadaan yang susah,” kata Prabowo.

Kepala Negara menyampaikan pemerintah terus memantau perkembangan ekonomi serta potensi sumber daya nasional secara cermat. Berdasarkan perhitungan yang ia pelajari setiap hari, Prabowo mengaku optimistis Indonesia mampu menghadapi tantangan global, meski ia tidak menutup kemungkinan adanya kesulitan.

“Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka setiap hari, kita menemukan kekayaan-kekayaan baru. Kita mungkin akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutupi itu,” ujarnya.

Namun, Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia dapat keluar dari tekanan krisis global dengan kondisi yang lebih kuat. “Tetapi perkiraan saya kita akan keluar dari keadaan krisis ini. Dengan lebih kuat, lebih makmur, dan lebih mampu berdikari,” ucapnya.

Presiden menegaskan ketahanan pangan tetap menjadi fondasi penting dalam menghadapi ketidakpastian dunia. Setelah upaya menjaga produksi beras nasional, pemerintah juga menargetkan kemandirian protein pada periode mendatang.