BERITA TERKINI
Presiden Prabowo: Indonesia Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Konflik dan Krisis Global

Presiden Prabowo: Indonesia Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Konflik dan Krisis Global

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia mampu menjaga ketahanan pangan nasional meski dunia sedang menghadapi konflik dan krisis global. Ia menyebut kondisi pangan, terutama beras sebagai makanan pokok masyarakat, berada dalam situasi aman dan stabil.

Dalam pidato virtual pada Senin (9/3), Prabowo menyatakan capaian tersebut menjadi bukti kemandirian pangan Indonesia. “Kita patut bersyukur atas karunia Tuhan Yang Maha Kuasa. Di tengah kondisi dunia yang penuh konflik dan ketidakpastian, khususnya terkait pangan dan beras sebagai makanan pokok kita, Indonesia berada pada posisi yang cukup kuat,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan, potensi sumber daya alam yang besar serta pengelolaan yang tepat dinilai mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi. Prabowo juga menyampaikan keyakinannya Indonesia dapat keluar dari krisis global dalam kondisi yang lebih kuat. “Saya sudah mempelajari angka-angka dan data kekayaan kita. Saya yakin setiap hari kita akan keluar lebih kuat. Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih makmur, lebih produktif, dan lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya.

Menurut Prabowo, ketahanan pangan menjadi faktor penting di tengah gejolak global. Ia menekankan bahwa kebutuhan pangan rakyat harus tetap terpenuhi, setidaknya Indonesia aman dari sisi pangan ketika banyak negara menghadapi kesulitan. “Apapun yang terjadi di dunia, ketika banyak negara menghadapi kesulitan, minimal kita harus aman dari sisi pangan,” kata Prabowo.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kondisi pangan nasional, khususnya beras, saat ini dinilai sangat aman. Berdasarkan data terbaru hingga Maret 2026, produksi beras nasional berada pada kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan, lebih tinggi dibanding konsumsi nasional yang sekitar 2,59 juta ton per bulan.

Amran merinci total ketersediaan beras nasional mencapai 27,99 juta ton. Angka tersebut terdiri atas stok Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk sekitar 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Amran.