BERITA TERKINI
Pramono Anung Tekankan Solidaritas Sosial untuk Perkuat Ketahanan di Tengah Ketidakpastian Global

Pramono Anung Tekankan Solidaritas Sosial untuk Perkuat Ketahanan di Tengah Ketidakpastian Global

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya solidaritas sosial dan gotong royong untuk menjaga ketahanan masyarakat di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, gejolak situasi dunia berpotensi memengaruhi berbagai sektor, termasuk perekonomian, sehingga kebersamaan perlu terus diperkuat.

Pernyataan itu disampaikan Pramono saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Dalam keterangannya, ia mengingatkan bahwa kondisi global saat ini tidak sedang baik-baik saja dan menuntut kesiapan bersama agar daya tahan sebagai bangsa tetap kuat.

“Sekarang ini kondisi global sedang tidak baik-baik saja. Kita semua harus berpikir bagaimana daya tahan kita sebagai bangsa tetap kuat,” kata Pramono dalam keterangan resminya, Selasa, 10 Maret 2926.

Ia menambahkan, kebersamaan, gotong royong, dan saling percaya menjadi kunci dalam menghadapi situasi tersebut. Pramono juga meminta jajaran pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat menjaga solidaritas di tengah potensi tekanan ekonomi global, seperti kenaikan harga komoditas dan perubahan rantai pasok.

“Jika konflik global berlangsung lama, dampaknya tentu besar terhadap perekonomian. Untuk itu, kita perlu menjaga kebersamaan dan solidaritas,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar program donor darah selama Ramadan dengan target 6.700 pendonor. Program ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat daerah, TNI, kader PKK, kader dasawisma, pengelola RPTRA, hingga komunitas olahraga dan wartawan.

Selain itu, Pramono meresmikan Ruang Paseban Betawi di Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Ia menyebut ruang tersebut sebagai simbol upaya menjaga identitas budaya Betawi di tengah perkembangan kota yang semakin modern.

“Ruang ini tidak hanya menjadi tempat bermusyawarah, tetapi juga simbol keterbukaan pemerintah dalam menerima aspirasi masyarakat,” kata Pramono.

Pramono juga mengapresiasi sejumlah inisiatif sosial di Jakarta Barat, termasuk rencana operasi mata dan operasi katarak yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang. Program tersebut digagas bersama Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta.

“Kami akan mendukung apa pun yang dilakukan PMI dan semua pihak untuk kebaikan masyarakat Jakarta,” tandasnya.