JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melakukan serangkaian pertemuan diplomatik dengan sejumlah pemimpin dunia di tengah eskalasi perang AS-Israel melawan Iran. Dalam rangkaian agenda tersebut, Prabowo tercatat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin serta Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Di saat yang sama, Prabowo juga mengutus sejumlah menteri untuk menjalankan agenda di Amerika Serikat. Menteri Pertahanan disebut mengunjungi Pentagon, sementara Menteri Keuangan bertemu dengan investor di Amerika Serikat.
Pakar strategi PPAU, Marsma (Purn) Agung Sasongkojati, menilai langkah-langkah itu terjadi dalam konteks perubahan tatanan global yang kini bersifat multipolar. Menurutnya, prinsip politik luar negeri bebas aktif perlu dijalankan secara independen sekaligus tetap aktif.
Agung menyatakan dunia tidak lagi berada dalam kondisi unipolar seperti sebelumnya. Ia menyinggung contoh sikap sejumlah negara yang disebut berani mengambil langkah tegas, termasuk terkait perjanjian yang dibatalkan maupun pembatasan akses lintas wilayah udara. Dalam pandangannya, Indonesia perlu berani bertindak seperti negara-negara tersebut karena konfigurasi kekuatan dunia telah berubah.
Agung juga menekankan bahwa Indonesia perlu menyesuaikan diri dengan dinamika global yang berkembang, seiring banyaknya negara yang kini lebih berani mengambil keputusan strategis dalam menghadapi perubahan keseimbangan kekuatan internasional.