Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya langkah penghematan nasional sebagai respons atas situasi global yang kian tidak menentu. Ia menilai konflik di Timur Tengah telah berdampak pada lonjakan harga energi dunia, sehingga diperlukan antisipasi agar tekanan ekonomi tidak semakin membebani masyarakat.
Dalam penjelasannya, Prabowo mencontohkan kebijakan yang ditempuh pemerintah Pakistan yang memangkas gaji anggota kabinet dan anggota parlemen sebagai bagian dari efisiensi anggaran negara. Menurut Prabowo, hasil penghematan tersebut dikumpulkan untuk kemudian dialihkan membantu kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak krisis ekonomi.
“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR. Hasil penghematannya kemudian dikumpulkan dan dialihkan untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan,” kata Prabowo.
Selain pemotongan gaji pejabat, Prabowo menyebut Pakistan juga menerapkan sejumlah kebijakan penghematan lain. Kebijakan tersebut antara lain membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan pemerintah, menghentikan pembelian kendaraan dan perabotan kantor, serta menunda perjalanan dinas ke luar negeri.
Efisiensi juga menyentuh pola kerja aparatur negara. Prabowo menyampaikan pemerintah Pakistan menerapkan sistem kerja dari rumah bagi sebagian pegawai serta mempersingkat hari kerja menjadi empat hari dalam sepekan.
“Semua kantor pemerintah maupun swasta 50 persen kerja dari rumah, hari kerja dipotong menjadi empat hari,” ungkap Prabowo.
Langkah-langkah tersebut, menurut Prabowo, diambil Pakistan sebagai respons atas meningkatnya harga minyak dunia setelah jalur strategis energi global di Selat Hormuz ditutup. Ia menilai kebijakan-kebijakan itu dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Indonesia untuk mengantisipasi dampak ekonomi global.

