Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput. Menurut dia, krisis global yang sedang terjadi justru mempercepat langkah pemerintah untuk menggerakkan sektor ekonomi sekaligus mendorong investasi jangka panjang pada sumber daya manusia (SDM).
Prabowo menilai pelaksanaan MBG dapat menjadi stimulus yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Ia menyebut program tersebut ditujukan untuk memberdayakan kelompok kecil, meningkatkan daya beli, serta memastikan pertumbuhan yang inklusif.
“Stimulus untuk pertumbuhan di tingkat akar rumput,” ujar Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg berjudul Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis, dikutip Senin (16/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan pemerintah menargetkan MBG menjangkau 80 juta penerima manfaat pada 2026. Sasaran program meliputi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Ia juga mengatakan program tersebut dirancang untuk memberi makan lebih dari 80 juta orang hampir setiap hari, serta menyumbang 11% dari anggaran pemerintah pusat pada tahun ini.
Selain MBG, Prabowo menyatakan pemerintah akan tetap memprioritaskan investasi pada program-program prioritas lainnya, seperti penyediaan rumah subsidi hingga penguatan koperasi desa. Ia juga menekankan dorongan ekspansi ekonomi melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

