Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu melewati berbagai ketidakpastian global dan keluar dari situasi krisis dengan kondisi yang lebih kuat. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketidakpastian pasokan energi dunia serta lonjakan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah.
Dalam konferensi pers virtual yang dikutip Selasa (10/3/2026), Prabowo mengatakan telah mempelajari berbagai data dan angka terkait kekayaan sumber daya nasional. Berdasarkan hal tersebut, ia menilai Indonesia memiliki kapasitas untuk terus memperkuat perekonomian dan ketahanan nasional.
“Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur, lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita sangat bersyukur atas karunia yang diberikan Yang Maha Kuasa kepada kita,” ujar Prabowo.
Selain membahas kondisi global, Prabowo menyinggung upaya yang selama ini ia perjuangkan terkait kemandirian pangan. Ia menyebut Indonesia sedang menuju swasembada pangan, terutama untuk komoditas beras, di tengah konflik yang terjadi di berbagai wilayah.
“Kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita, memenuhi kebutuhan protein kita. Apapun terjadi di mana bangsa-bangsa lain banyak akan mengalami kesulitan, minimal kita aman, masalah pangan,” kata Prabowo.
Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk mewujudkan swasembada energi. Ia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dari sumber domestik melalui pengembangan bahan bakar nabati.
“Dan kita memiliki karunia besar dari Yang Maha Kuasa, bahwa kita nanti mampu kebutuhan BBM kita, bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman-tanaman kita dari kelapa sawit, dari singkong,” ujarnya.

