BERITA TERKINI
Prabowo Nilai Krisis Global Jadi Peluang Strategis bagi Ekonomi Indonesia

Prabowo Nilai Krisis Global Jadi Peluang Strategis bagi Ekonomi Indonesia

Presiden terpilih Prabowo Subianto menilai gejolak krisis global yang melanda sejumlah negara tidak semata menjadi ancaman, melainkan dapat menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kebangkitan ekonomi. Ia menyebut situasi tersebut sebagai blessing in disguise atau “berkah tersembunyi” yang berpotensi mendorong lompatan kemajuan ekonomi nasional.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara Tasyakuran ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan ketidakpastian global merupakan ujian sekaligus peluang bagi setiap negara untuk memperkuat fondasi dan kapasitas ekonominya.

“Saudara-saudara sekalian, urgensi ini kian terasa mengingat dinamika global yang penuh ketidakpastian. Krisis memang terjadi di mana-mana, namun perlu diingat, krisis selalu melahirkan peluang. Ia adalah ujian, sekaligus batu loncatan yang esensial,” kata Prabowo.

Prabowo menekankan, negara dengan fundamental yang solid dinilai lebih mampu melewati tekanan ekonomi, sementara yang tidak siap berisiko terus mengalami kesulitan. Ia menyatakan keyakinannya Indonesia memiliki modal kuat untuk bertahan dan keluar dari krisis dengan posisi yang lebih kuat, didukung kekayaan alam dan potensi sumber daya manusia.

“Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini adalah pelajaran berharga dari sejarah. Saya sangat yakin dan percaya, bangsa Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, dan kita pasti mampu keluar dari krisis ini,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kita akan keluar dari krisis ini dengan kondisi yang semakin kuat. Krisis ini, bagi saya, adalah blessing in disguise.”

Meski demikian, Prabowo mengakui masa krisis kerap diiringi kesulitan dan rintangan. Namun, ia memandang kondisi tersebut dapat menjadi pendorong bagi pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan agenda strategis nasional, termasuk peningkatan ketahanan ekonomi, penguatan sektor-sektor kunci, serta optimalisasi investasi untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan.