Presiden Prabowo Subianto menilai gelombang krisis global yang terjadi di berbagai wilayah dunia dapat menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional. Ia memandang situasi tersebut sebagai kesempatan untuk mendorong perubahan fundamental pada struktur ekonomi agar lebih tangguh menghadapi ketidakpastian.
Fokus percepatan transformasi diarahkan pada dua sektor utama, yakni energi dan pangan. Menurut Prabowo, ketidakpastian rantai pasok global yang semakin kompleks membuat penguatan fondasi domestik menjadi langkah penting.
“Berbagai krisis global yang terjadi saat ini justru dapat menjadi momentum untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional,” ujar Prabowo.
Di sektor energi, transformasi diposisikan sebagai agenda prioritas seiring kebutuhan transisi menuju sumber daya yang lebih berkelanjutan dan mandiri. Arah ini juga dikaitkan dengan upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil impor.
Sementara itu, penguatan ketahanan pangan menjadi sorotan dalam kebijakan strategis ke depan. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi dalam negeri untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Percepatan di bidang pangan juga mencakup modernisasi sektor pertanian dan pengembangan teknologi pangan. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas lahan pertanian yang ada.
Dengan memanfaatkan momentum krisis, pemerintah berharap Indonesia dapat bergerak lebih cepat menuju kemandirian strategis di sektor energi dan pangan. Prabowo juga menekankan pentingnya keberanian mengambil terobosan kebijakan di tengah ketidakpastian global, sekaligus menjadikan situasi ini sebagai kesempatan untuk menata ulang prioritas pembangunan.

