Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah mengkaji langkah-langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian global yang dinilai berpotensi memengaruhi harga energi dan pangan. Salah satu opsi yang diminta untuk dibahas adalah kemungkinan penerapan kembali kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Permintaan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3). Ia meminta para menteri koordinator membicarakan berbagai pilihan kebijakan untuk menekan penggunaan BBM, termasuk pola kerja fleksibel seperti yang pernah diterapkan saat pandemi COVID-19.
Menurut Prabowo, pengalaman selama pandemi menunjukkan bahwa sebagian pekerjaan dapat dilakukan dari rumah, sekaligus mendorong efisiensi. Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi menghemat BBM dalam jumlah besar.
Prabowo juga mencontohkan, apabila sebagian ASN dan pejabat tidak perlu datang ke kantor setiap hari, kemacetan dapat berkurang. Kondisi itu, menurutnya, dapat berdampak pada penurunan konsumsi BBM secara signifikan.
Selain WFH, Prabowo menyebut opsi lain yang juga perlu dipertimbangkan, termasuk kemungkinan pengurangan hari kerja serta langkah-langkah penghematan lainnya. Ia meminta pembahasan dilakukan dalam beberapa hari ke depan untuk melihat skema yang paling memungkinkan diterapkan.

