Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap tenang meski dunia tengah menghadapi krisis dan ketidakpastian global. Ia menegaskan bahwa aktivitas ekonomi harus tetap berjalan di tengah situasi yang disebutnya turut melanda banyak negara.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (13/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyinggung kondisi global yang menurutnya sedang tidak menentu.
“Dunia penuh ketidakpastian, kita lihat bahwa krisis melanda banyak negara,” kata Prabowo.
Meski demikian, Prabowo menilai Indonesia masih memiliki modal untuk menghadapi situasi tersebut. Ia meminta agar roda kehidupan tidak berhenti dan situasi tetap dikendalikan.
“Kita sikapi krisis ini tapi ekonomi harus berjalan, rakyat harus tenang. Kita masih punya kekuatan dan kemampuan sehingga roda kehidupan jangan sampai terhenti situasi secara garis besar masih bisa kita kendalikan,” ujarnya.
Dalam laporan yang sama, krisis global disebut dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada 28 Februari, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan dan korban sipil, serta disebut menyebabkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari pertama operasi militer. Republik Islam Iran menyatakan masa berkabung selama 40 hari.
Iran kemudian menanggapi serangan itu dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyatakan serangan yang mereka lakukan bersifat “pre-emptif” untuk menghadapi ancaman yang mereka kaitkan dengan program nuklir Iran, namun disebut pula bahwa keduanya menginginkan pergantian tampuk kekuasaan di Iran.

