Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatan resmi ke Jepang dengan agenda memperkuat kerja sama strategis, terutama di sektor energi. Dalam kunjungan ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut mendampingi secara langsung.
Kehadiran Menteri ESDM disebut menegaskan bahwa isu energi, khususnya transisi menuju energi bersih, menjadi salah satu prioritas dalam pembicaraan bilateral. Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Kaisar Naruhito serta melakukan pertemuan dengan pemerintah Jepang di Tokyo.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan sektor energi menjadi salah satu fokus utama dalam lawatan tersebut. “Menteri ESDM ikut dalam penerbangan, mendampingi Presiden Prabowo dalam lawatan ke Jepang. Ada beberapa kerja sama yang dibahas, termasuk di sektor energi untuk pengembangan energi bersih yang berkelanjutan,” ujar Anggia dalam keterangannya, Senin (30/3).
Menurut Anggia, kemitraan Indonesia–Jepang dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong percepatan transisi energi. Ia juga menilai kehadiran Bahlil penting untuk memastikan pembahasan tidak berhenti di level wacana, melainkan berujung pada kesepakatan yang dapat diimplementasikan.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut kunjungan ini merupakan bagian dari strategi diplomasi aktif Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks. “Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang. Ada beberapa kerja sama di bidang investasi, energi, kelautan, dan digital,” jelasnya.
Selain energi, pembahasan juga mencakup sektor investasi, kelautan, dan pengembangan teknologi digital. Pemerintah menilai rangkaian pertemuan ini diarahkan untuk menghasilkan kerja sama konkret lintas sektor dalam kemitraan Indonesia dan Jepang.

