Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Rusia dalam agenda diplomasi tingkat tinggi yang menyoroti upaya Indonesia menjaga stabilitas global sekaligus memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik internasional.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo membawa misi ganda, yakni mempererat hubungan bilateral Indonesia–Rusia yang telah terjalin selama puluhan tahun serta menegaskan posisi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Salah satu fokus pembahasan dalam kunjungan ini adalah penguatan sektor pertahanan dan ketahanan pangan. Prabowo menilai kedaulatan negara berkaitan erat dengan kemandirian teknologi serta kestabilan pasokan pangan.
Rusia dipandang memiliki ruang kerja sama yang luas dengan Indonesia, termasuk dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan peluang transfer teknologi bagi industri pertahanan dalam negeri. Pemerintah menekankan bahwa Indonesia ingin membangun kemitraan yang setara, bukan sebatas menjadi pembeli.
“Kita ingin membangun kemandirian. Kerja sama dengan Rusia memberikan peluang bagi industri pertahanan kita untuk berkembang lebih jauh melalui skema joint production dan alih teknologi,” ujar salah satu sumber di lingkungan istana terkait visi Presiden.