JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menilai krisis global yang melanda berbagai wilayah dunia dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk bangkit lebih kuat. Ia menyebut krisis sebagai blessing in disguise atau berkah yang tersembunyi.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sambutan pada acara Tasyakuran ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026). Dalam pidatonya, ia mengatakan situasi global yang penuh ketidakpastian merupakan ujian sekaligus momentum bagi setiap negara untuk memperkuat diri.
Prabowo menyinggung pelajaran sejarah bahwa krisis kerap melahirkan peluang baru bagi pihak yang mampu bertahan dan beradaptasi. “Saudara-saudara, ini semakin mendesak karena kita lihat dunia sekarang penuh ketidakpastian. Terjadi di mana-mana krisis. Tapi Saudara-saudara, krisis selalu menghasilkan peluang. Krisis adalah ujian. Krisis adalah batu loncatan,” ujarnya.
Ia menegaskan hanya negara yang kuat yang dapat melewati masa sulit, sementara negara yang tidak siap akan terus menghadapi penderitaan. Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi situasi tersebut, termasuk ditopang kekayaan alam.
“Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah. Saya yakin dan percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini,” katanya.
Menurut Prabowo, Indonesia berpeluang keluar dari masa krisis dengan kondisi yang lebih kuat. “Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat. Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise,” ucapnya.
Meski demikian, Prabowo mengakui masa krisis selalu diwarnai kesulitan dan tantangan. Namun ia menilai kondisi tersebut dapat mendorong pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan berbagai agenda strategis nasional.

