BERITA TERKINI
Prabowo: Ketidakpastian Global Jadi Momentum Percepat Swasembada Pangan dan Energi

Prabowo: Ketidakpastian Global Jadi Momentum Percepat Swasembada Pangan dan Energi

Presiden Prabowo Subianto menilai situasi dunia saat ini diliputi ketidakpastian akibat berbagai faktor, termasuk konflik geopolitik yang memicu ancaman krisis global. Namun, ia menyebut kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan nasional.

Prabowo mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk keluar dari tekanan krisis global dengan kondisi yang lebih kuat, terutama dengan memanfaatkan kekayaan alam yang melimpah. Ia menyebut krisis sebagai ujian sekaligus batu loncatan yang mendorong percepatan langkah-langkah strategis.

“Krisis adalah ujian, batu loncatan. Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah. Saya percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini. Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat. Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh tantangan, tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik,” kata Prabowo dalam sambutannya pada tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3).

Dalam pandangannya, dinamika global saat ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat upaya swasembada pangan dan energi, dua sektor yang dinilai sangat vital dalam menghadapi potensi krisis dunia.

Di sektor pangan, Prabowo menyampaikan Indonesia telah menunjukkan kemajuan dengan tercapainya swasembada beras. Pemerintah, menurut dia, menargetkan swasembada pada komoditas pangan lain, termasuk jagung.

“Kita sudah punya rencana swasembada pangan. Alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya rencana swasembada energi, yakin kita akan tercapai dalam empat tahun lagi. Tapi kita harus percepat. Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bisa atasi masalah ini,” ujarnya.

Di sektor energi, Prabowo mendorong pemanfaatan sumber daya dalam negeri sebagai bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Ia menyebut kelapa sawit dan singkong sebagai beberapa sumber yang dapat dimanfaatkan, selain jagung dan tebu.

Ia juga menyinggung bahwa Indonesia saat ini tidak lagi mengimpor BBM jenis solar berkat pengembangan biodiesel berbasis kelapa sawit. Pemerintah, lanjutnya, akan mengoptimalkan potensi energi terbarukan seperti panas bumi dan energi surya.

“Kita punya kelapa sawit yang sangat banyak. Kita punya singkong yang cukup. Kita bisa dapat BBM dari jagung, tebu. Kita punya geothermal yang sangat besar, terbesar kedua di dunia. Belum dieksploitasi sepenuhnya,” kata Prabowo.

Khusus untuk energi surya, Prabowo menyatakan telah memerintahkan percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya. Pemerintah menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 100 gigawatt (GW).