Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air setelah menjalani rangkaian diplomasi ke Rusia dan Prancis. Kunjungan singkat tersebut disebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, terutama terkait sektor energi hingga investasi jangka panjang.
Pesawat kepresidenan Garuda Indonesia yang membawa Presiden Prabowo beserta rombongan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 13.55 WIB. Setibanya di lokasi, Prabowo yang mengenakan topi biru dan baju safari cokelat disambut sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pejabat lain yang turut menyambut antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra, Panglima TNI Agus Subianto, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Prabowo sempat berbincang singkat sebelum meninggalkan lokasi.
Lawatan luar negeri ini diawali dengan kunjungan ke Rusia pada 13 April 2026. Di Istana Kremlin, Prabowo menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang berlangsung hingga lima jam.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pertemuan tersebut terdiri dari sesi bilateral dan pertemuan empat mata. “Pertemuan kedua pemimpin berlangsung selama 5 jam. Diawali 2 jam pertemuan bilateral, dilanjutkan dengan 3 jam pertemuan tertutup empat mata antara kedua pemimpin,” kata Teddy melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (13/4/2026) malam.
Dari pertemuan itu, Indonesia dan Rusia disebut mencapai sejumlah kesepakatan, termasuk kerja sama jangka panjang di sektor energi dan hilirisasi. “Peningkatan kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” ujar Teddy.
Selain energi, kedua negara juga menyepakati penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, teknologi, pertanian, serta investasi industri di Indonesia.
Setelah dari Rusia, Prabowo melanjutkan kunjungan ke Prancis dan bertemu Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée. Pertemuan tersebut memperluas pembahasan kerja sama meliputi sektor energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi jangka panjang.
Rangkaian diplomasi ke dua negara itu menandai upaya Indonesia memperkuat kemitraan global strategis di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi dunia yang terus berubah.