Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia dan Jepang bersepakat untuk mendorong deeskalasi konflik di tengah dinamika global yang dinilai penuh tantangan, ketidakpastian, dan bahaya.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat kunjungan resminya ke Jepang dan bertemu Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada Selasa (31/3).
"Saudara-saudara sekalian, kunjungan saya ke Jepang di tengah dunia yang penuh tantangan, penuh ketidakpastian, bahkan penuh bahaya," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, kedua negara memiliki komitmen yang sama untuk meredakan ketegangan global. "Kami sepakat bahwa baik Jepang maupun Indonesia akan berusaha keras untuk meyakinkan semua pihak agar melakukan deeskalasi," ujarnya.
Ia juga menyatakan Indonesia dan Jepang siap berperan aktif sebagai mediator jika diperlukan. "Kami pun siap untuk menjadi mediator bila diperlukan, serta memfasilitasi upaya-upaya deeskalasi menuju perdamaian," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi global. Meski demikian, ia menekankan hubungan bilateral Indonesia dan Jepang tetap kuat dan dapat menjadi contoh positif bagi stabilitas kawasan.
"Di tengah ketidakpastian ini, hubungan baik dan kerja sama antara Indonesia dan Jepang merupakan contoh kolaborasi yang dapat menjamin stabilitas dan perdamaian di kawasan kita," pungkasnya.

