BERITA TERKINI
Prabowo Hadiri HUT Ke-1 Danantara, Sebut Bukti Kekuatan Ekonomi Indonesia di Tingkat Global

Prabowo Hadiri HUT Ke-1 Danantara, Sebut Bukti Kekuatan Ekonomi Indonesia di Tingkat Global

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Peringatan satu tahun berdirinya Danantara disebut menjadi momentum refleksi atas perjalanan lembaga tersebut dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya Danantara sebagai lembaga pengelola investasi negara. Ia menilai Indonesia kini memiliki badan yang dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund di berbagai negara.

“Kita bersyukur, sekarang Indonesia memiliki badan yang dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund di dunia. Bahkan, posisinya mungkin menjadi yang keenam atau ketujuh terbesar di dunia,” ujar Prabowo.

Presiden juga mengapresiasi capaian Danantara sejak dibentuk pada Februari tahun lalu. Menurutnya, kemajuan tersebut tidak terlepas dari pengelolaan yang baik serta kemauan politik yang kuat untuk membangun lembaga yang kredibel dan profesional.

“Kita juga bersyukur bahwa dalam satu tahun ini manajemen sudah membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang baik dan political will yang kuat, hasilnya sudah mulai terlihat,” katanya.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan kehadiran Danantara memberikan kekuatan baru bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Ia menilai melalui Danantara, Indonesia dapat berperan lebih aktif di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan geoekonomi dunia.

“Kita bisa membuktikan bahwa Indonesia adalah negara besar yang memiliki kekuatan. Kekuatan itu akan kita bangun bersama dengan potensi yang ada di dalam negeri, dan kita juga terbuka bagi pihak lain yang ingin bekerja sama membangun bersama Indonesia,” ujar Rosan.

Rosan menambahkan, Danantara diharapkan dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan. Ia menyebut target pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen perlu diiringi dengan pemerataan agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Kami melihat ada arti yang lebih besar dari itu, yaitu bagaimana menciptakan pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen, namun pada saat yang sama juga menghadirkan pemerataan sehingga manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Sumber: infopublik.id