Presiden Prabowo Subianto menggelar Presidential Forum on Strategic Capital & Partnership di Washington, D.C., yang mempertemukan pimpinan senior dari sejumlah institusi investasi terkemuka Amerika Serikat untuk mendorong kemitraan strategis permodalan serta memperdalam kolaborasi investasi jangka panjang dengan Indonesia.
Forum tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga iklim investasi yang stabil, kredibel, dan kondusif sebagai fondasi kemitraan permodalan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi.
Difasilitasi Danantara Indonesia, forum ini menghadirkan perwakilan tingkat C-level dari sekitar 12 institusi investasi global yang secara kolektif mengelola lebih dari USD16 triliun aset lintas kelas. Cakupan aset tersebut meliputi real estate, media dan hiburan, energi, infrastruktur, asuransi, private equity, serta infrastruktur digital.
Sejumlah institusi yang disebut berpartisipasi antara lain Global Infrastructure Partners (GIP), KKR, General Atlantic, Warburg Pincus, Related Companies & Fund Management (RFM), Oaktree, Kayne Anderson, dan Eldridge Industries, serta investor global lain di sektor private markets dan real assets.
Danantara Indonesia menyebut sesi ini sebagai langkah penting untuk mendorong strategi penyaluran investasi global sebagai bagian dari pengembangan portofolio jangka panjang dan pendekatan pengelolaan aset institusional.
Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyatakan forum tersebut mencerminkan komitmen Indonesia membangun kemitraan strategis jangka panjang dengan investor institusional global. Dalam keterangan tertulis Sabtu, 21 Februari 2026, Rosan mengatakan Indonesia memasuki fase transformasi ekonomi yang membutuhkan kemitraan strategis, bukan sekadar arus masuk modal. Ia menambahkan, melalui Danantara Indonesia, Indonesia diposisikan sebagai mitra institusional yang kredibel untuk melakukan co-investment, berkolaborasi, dan menciptakan nilai jangka panjang yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Rosan juga menjelaskan strategi penyaluran investasi Danantara Indonesia mencakup penguatan eksposur global melalui kemitraan dengan fund manager terkemuka guna membangun portofolio yang tangguh dan terdiversifikasi, sejalan dengan agenda transformasi ekonomi. Menurutnya, pendekatan itu ditujukan untuk memperluas akses ke jaringan investasi global, teknologi, dan keahlian manajerial, sekaligus memastikan alokasi investasi mendukung sektor prioritas, pengembangan industri, dan penciptaan nilai di dalam negeri.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menekankan kemitraan dengan global fund manager sebagai pilar utama pendekatan investasi jangka panjang Danantara Indonesia. Ia menyebut penyaluran modal yang terarah ditujukan untuk membangun portofolio berkelas dunia sekaligus membuka peluang co-investment, transfer pengetahuan, serta penguatan kapasitas institusional.
Pandu menambahkan fokus investasi mencakup sektor berdampak tinggi seperti energi, infrastruktur, real estate, asuransi, private equity, media dan hiburan, serta infrastruktur digital. Ia menyatakan pengalokasian modal tersebut mencerminkan strategi alokasi aset aktif Danantara Indonesia untuk berinvestasi bersama manajer dana global dan berbagai platform investasi, termasuk partisipasi dalam kendaraan investasi dan perusahaan portofolio di sektor-sektor tersebut sebagai bagian dari pembangunan portofolio institusional yang terdiversifikasi.
Menurut Pandu, tujuan strategi ini adalah menghasilkan imbal hasil jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memastikan Indonesia memperoleh manfaat dari integrasi yang lebih dalam ke ekosistem investasi global. Ia juga menyebut kemitraan dengan platform yang telah mapan memberikan akses pada teknologi, keahlian sektoral, dan jaringan internasional yang mendukung kinerja portofolio serta penciptaan nilai ekonomi jangka panjang.
Secara keseluruhan, forum ini menegaskan komitmen Indonesia membangun ekosistem investasi yang kredibel, transparan, dan berorientasi jangka panjang, sekaligus memperkuat aliansi dengan mitra institusional global untuk mendukung transformasi ekonomi nasional.

