BERITA TERKINI
Prabowo di KTT ASEAN ke-47 Malaysia: Tekankan Persatuan, Soroti Myanmar, dan Dorong Kerja Sama Ekonomi-Digital

Prabowo di KTT ASEAN ke-47 Malaysia: Tekankan Persatuan, Soroti Myanmar, dan Dorong Kerja Sama Ekonomi-Digital

Presiden Prabowo Subianto menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada 26–27 Oktober 2025. Dalam sejumlah pertemuan, Prabowo menekankan pentingnya persatuan ASEAN di tengah ketegangan global, mendorong penguatan kerja sama ekonomi dan digital, serta menyoroti sejumlah isu kawasan, termasuk Myanmar dan hubungan Thailand–Kamboja.

Pada sesi pleno KTT ASEAN, Prabowo menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Sri Ratu Sirikit, Ibunda Raja Maha Vajiralongkorn. Ia juga menegaskan bahwa persatuan ASEAN merupakan kekuatan utama menghadapi situasi geopolitik yang kian bergejolak. Menurut Prabowo, persatuan bukan sekadar slogan, melainkan strategi yang direncanakan untuk menjaga perdamaian dan keamanan regional.

Dalam pidatonya, Prabowo mengapresiasi kepemimpinan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang dinilainya tegas dalam membantu menyelesaikan perselisihan yang baru-baru ini terjadi. Prabowo menyatakan Indonesia siap mendukung langkah-langkah lanjutan dari perjanjian gencatan senjata yang telah dicapai.

Prabowo juga menekankan perlunya memperkuat koordinasi ekonomi, integrasi regional, dan transformasi digital agar ASEAN lebih siap menghadapi guncangan eksternal dan ketidakpastian masa depan. Ia menyampaikan apresiasi kepada para Menteri Luar Negeri dan Menteri Ekonomi ASEAN yang disebutnya telah menunjukkan solidaritas dan kerja sama erat dalam menghadapi tantangan geoekonomi. Prabowo menyinggung pentingnya inisiatif baru di bidang perdagangan barang, pembaruan ASEAN–China Free Trade Agreement (FTA), serta penguatan kerangka ekonomi digital kawasan.

Menurut Prabowo, kekuatan ASEAN di kancah global harus berakar pada fondasi yang kuat di dalam negeri. Ia juga mengingatkan perjalanan ASEAN dari masa konflik menuju kerja sama sebagai bukti kekuatan solidaritas kawasan. Prabowo mendorong agar peringatan 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan 15 tahun East Asia Summit Bali Principles pada 2026 tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi momentum memperkuat kebersamaan. Ia menutup dengan ajakan agar negara-negara ASEAN tetap berani, adaptif, dan visioner menghadapi masa depan.

Dalam sesi retret KTT ASEAN, Prabowo kembali menekankan persatuan dan sentralitas ASEAN sebagai fondasi stabilitas dan kemandirian kawasan. Ia menyatakan kekuatan ASEAN tidak terletak pada konfrontasi, melainkan pada keterlibatan yang konstruktif dan inklusif melalui dialog, kesabaran, serta saling menghormati.

Di bidang keamanan maritim, Prabowo menyoroti pentingnya suara kolektif ASEAN untuk menegakkan prinsip hukum laut internasional. Ia menyerukan agar ASEAN terus bersuara satu dalam menegakkan UNCLOS 1982 dan mengupayakan penyelesaian awal kode etik yang efektif dan substantif pada tahun berikutnya. Prabowo juga menegaskan bahwa perpecahan dapat menggerus kredibilitas ASEAN, sementara persatuan membuat ASEAN tidak bisa diabaikan.

Prabowo turut menyinggung situasi di Myanmar yang disebutnya masih menjadi keprihatinan mendalam. Ia menyatakan Indonesia mencermati perkembangan terbaru, termasuk rencana penyelenggaraan pemilu pada Desember 2025. Prabowo mendorong ASEAN memastikan prinsip demokrasi dan transparansi dijunjung tinggi, serta menyarankan agar ASEAN mempertimbangkan pengiriman tim pengamat untuk membantu menjamin transparansi dan akuntabilitas proses pemilu.

Selain itu, Prabowo menilai implementasi konsensus lima poin masih terbatas meski telah disepakati hampir lima tahun lalu. Menjelang pemilu, ia menekankan konsensus lima poin harus tetap menjadi acuan utama, termasuk seruan gencatan senjata untuk membuka ruang dialog yang bermakna. Prabowo menyatakan Indonesia siap mendukung Ketua ASEAN dalam melibatkan semua pihak menuju proses yang benar-benar inklusif.

Prabowo juga menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan antara Thailand dan Kamboja. Ia mengapresiasi peran Anwar Ibrahim dalam memfasilitasi dialog dan gencatan senjata, serta mendesak kedua pihak menyelesaikan perbedaan dengan semangat ASEAN sebagai satu keluarga.

Di luar forum, Prabowo memuji peran Amerika Serikat dalam memediasi konflik Thailand–Kamboja. Ia menyebut hasil KTT sebagai sesuatu yang positif dan menyatakan dukungan terhadap keterlibatan berkelanjutan Amerika Serikat dengan ASEAN. Menurutnya, kolaborasi dan solidaritas tetap menjadi kunci stabilitas kawasan.

Pada KTT ke-28 ASEAN Plus Three (APT) yang digelar 27 Oktober 2025, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat kerja sama konkret dan menjaga agar persaingan tetap konstruktif. Ia menyatakan risiko ketidakpastian global bukan hal abstrak, melainkan tekanan nyata bagi petani, generasi muda, dan peran negara-negara kawasan dalam rantai pasok global. Prabowo merujuk laporan ASEAN Plus Three Regional Economic Outlook yang menunjukkan ketangguhan ekonomi kawasan, namun mengingatkan stabilitas tidak dapat dianggap pasti.

Karena itu, Prabowo menekankan integrasi regional, diversifikasi perdagangan, dan jaring pengaman keuangan sebagai agenda inti APT. Ia mengakui kontribusi kerja sama trilateral Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea, serta menilai pendalaman kerja sama melalui pertemuan puncak dan tingkat menteri secara rutin penting untuk menjaga pertumbuhan dan melindungi kawasan dari guncangan eksternal.

Dalam kerja sama konkret, Prabowo menyerukan peningkatan ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) guna menjamin pasokan pangan yang stabil, serta memperkuat respons darurat melalui pertukaran informasi yang lebih baik. Ia juga menekankan pelaksanaan penuh APT Cooperation Work Plan (2023–2027) dan penguatan Chiang Mai Initiative Multilateralisation. Indonesia, menurut Prabowo, mendukung pengesahan ASEAN Plus Three Leaders’ Statement on Strengthening Regional Economic and Financial Cooperation.

Dalam KTT ke-28 ASEAN–Jepang pada 26 Oktober 2025, Prabowo menyebut kerja sama ASEAN–Jepang sebagai jangkar perdamaian dan stabilitas Indo-Pasifik di tengah ketidakpastian global. Ia mengapresiasi dukungan Jepang terhadap sentralitas ASEAN serta komitmen berkelanjutan untuk perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas kawasan.

Prabowo mendorong penguatan kerja sama ekonomi inklusif melalui implementasi efektif ASEAN–Japan Comprehensive Economic Partnership dan RCEP, serta perluasan kolaborasi ekonomi digital dan konektivitas keuangan. Ia juga menyoroti transisi energi sebagai prioritas strategis dan menyambut kemitraan Jepang dalam pengembangan energi bersih, termasuk hidrogen, mobilitas listrik, dan bahan bakar berkelanjutan.

Selain aspek ekonomi, Prabowo menekankan kemitraan yang berpusat pada manusia melalui pertukaran pemuda, pengembangan keterampilan, dan kerja sama akademik untuk menumbuhkan generasi baru pemimpin ASEAN–Jepang. Ia juga mengajak ASEAN dan Jepang memegang semangat Konferensi Asia-Afrika Bandung 1955 sebagai dasar kerja sama yang damai dan inklusif.

Sementara itu, pada KTT ke-26 ASEAN–Republik Korea yang berlangsung 27 Oktober 2025, Prabowo menegaskan pentingnya penguatan kemitraan di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Ia menilai ASEAN dan Republik Korea perlu bekerja sama menjaga ekonomi tetap terbuka, terhubung, dan inklusif agar pertumbuhan berkelanjutan dapat tercapai dan peluang kesejahteraan bersama terbuka.

Prabowo menekankan penguatan mekanisme kerja sama ekonomi, termasuk implementasi penuh kemitraan ekonomi komprehensif regional serta peningkatan kawasan perdagangan bebas ASEAN–Republik Korea. Ia juga menyoroti perlunya memperkuat rantai pasok regional dan menyebut ASEAN berada di jalur menjadi salah satu pasar digital paling dinamis di dunia, dengan proyeksi nilai barang dagangan bruto digital kawasan mencapai USD 1 triliun pada 2030.

Menurut Prabowo, sinergi potensi digital ASEAN dan kekuatan teknologi Republik Korea dapat menjadi motor transformasi kawasan, termasuk untuk infrastruktur digital, pengembangan talenta, dan tata kelola kecerdasan buatan. Namun ia mengingatkan bahwa perdamaian dan stabilitas tetap menjadi fondasi pembangunan ekonomi. Prabowo juga menyatakan dukungan Indonesia terhadap peran konstruktif Korea Selatan dalam menjaga perdamaian dunia melalui upaya meredakan ketegangan, mendorong dialog, dan membangun keterlibatan yang konstruktif.