Presiden Prabowo Subianto membuka kemungkinan penerapan langkah penghematan anggaran negara, termasuk opsi pemotongan gaji pejabat, sebagai antisipasi terhadap ketidakpastian global yang dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Dalam arahannya kepada para menteri, Prabowo mencontohkan kebijakan penghematan yang dilakukan pemerintah Pakistan dalam menghadapi situasi yang mereka anggap sebagai kondisi kritis yang memerlukan langkah luar biasa.
Prabowo menyebut, salah satu langkah yang ditempuh Pakistan adalah memangkas gaji anggota parlemen hingga 25 persen serta tidak memberikan gaji kepada anggota kabinet. Dana hasil penghematan tersebut kemudian dialokasikan untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan.
Selain itu, Pakistan juga menerapkan penghematan energi dan aktivitas pemerintahan. Kebijakan yang disebut antara lain penerapan sistem 50 persen work from home (WFH) untuk sektor pemerintahan dan swasta, serta pengurangan hari kerja menjadi empat hari dalam seminggu.
Pemerintah Pakistan juga memangkas penggunaan bahan bakar minyak (BBM) oleh kementerian dan lembaga negara hingga 50 persen. Bahkan, sebagian kendaraan dinas diwajibkan tidak digunakan untuk menekan konsumsi energi.
Langkah penghematan lainnya meliputi penghentian sementara pembelian kendaraan dinas, furnitur, dan pendingin ruangan di instansi pemerintah. Kunjungan luar negeri pejabat negara juga dibatasi, sementara sebagian kegiatan pendidikan tinggi dilakukan secara daring.
Prabowo menegaskan, kebijakan Pakistan tersebut hanya dijadikan contoh bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika global yang tidak menentu. Ia meminta jajaran kabinet mengkaji berbagai kemungkinan langkah penghematan yang dapat diterapkan tanpa mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Menurut Prabowo, Indonesia perlu bersikap proaktif dalam mengantisipasi dampak konflik global, khususnya terkait stabilitas energi dan anggaran negara. Karena itu, pemerintah diminta mempertimbangkan berbagai langkah untuk mengurangi konsumsi BBM dan menjaga defisit anggaran tetap terkendali.
Prabowo juga menyatakan keyakinannya bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan Indonesia akan memiliki ekonomi yang lebih kuat. Meski demikian, ia menekankan disiplin dalam pengelolaan anggaran dan energi sebagai kunci menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

