Ceramah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi sorotan publik setelah potongan videonya beredar luas dan viral di media sosial. Ceramah tersebut bertajuk Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar.
Dalam narasi yang beredar, JK dituding menistakan ajaran Kekristenan. Polemik terutama dipicu oleh pernyataan JK saat membahas konflik Poso dan Ambon, termasuk ketika menyinggung penggunaan istilah “mati syahid” oleh pihak-pihak yang bertikai.
Dalam ceramahnya, JK menyampaikan sejumlah poin terkait perdamaian dan konflik. Pertama, ia menekankan bahwa upaya mendamaikan pihak yang berselisih memiliki nilai amal yang sangat tinggi. JK mengutip hadis Rasulullah yang menyebutkan bahwa mendamaikan orang yang bertikai merupakan perbuatan mulia, bahkan disebut lebih utama daripada ibadah tertentu.
“Saya diminta berbicara tentang pendamaian. Ada hadist Rasulullah yang intinya begini. Rasul bertemu dengan para sahabatnya dan Rasulullah bertanya: 'Apakah ada di antara Anda mengetahui apa amal yang lebih baik daripada salat dan puasa?' Sahabat berjawab, 'Tidak tahu Rasulullah.' Rasulullah berkata, 'Tindakan atau upaya yang amalnya lebih tinggi daripada salat dan puasa adalah orang yang mendamaikan orang yang berselisih,'” ujar JK sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Masjid Kampus UGM.
Kedua, JK menyampaikan bahwa perdamaian dan konflik saling berkaitan. Menurutnya, untuk menciptakan perdamaian, akar konflik perlu dipahami terlebih dahulu. Ia juga menyoroti bahwa dunia saat ini masih dipenuhi konflik, termasuk di negara-negara dengan mayoritas Muslim.
Ketiga, JK menyinggung konflik global, termasuk ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Ia menilai penggunaan kekerasan oleh tokoh-tokoh dunia dapat memperburuk situasi dan memicu eskalasi konflik.
Viralnya potongan ceramah tersebut memicu perdebatan di ruang publik, terutama terkait tafsir atas pernyataan JK mengenai konflik Poso dan Ambon serta istilah yang ia sebutkan dalam penjelasannya.