BERITA TERKINI
Polda Maluku dan Konsulat Jepang Bahas Penguatan Keamanan untuk Perlindungan WNA dan Iklim Investasi

Polda Maluku dan Konsulat Jepang Bahas Penguatan Keamanan untuk Perlindungan WNA dan Iklim Investasi

Stabilitas keamanan dinilai menjadi faktor penting dalam menarik investasi asing ke kawasan timur Indonesia. Isu tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Polda Maluku dan perwakilan Pemerintah Jepang yang digelar di Mapolda Maluku, Tantui, Ambon, Rabu (25/2/2026).

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni menerima kunjungan kehormatan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Takonai Susumu. Pertemuan itu disebut sebagai bagian dari penguatan kerja sama keamanan sekaligus dukungan terhadap iklim investasi Jepang di Maluku.

Dalam dialog tersebut, Imam Thobroni menegaskan komitmen Polda Maluku untuk menjamin keamanan dan perlindungan hukum bagi warga negara Jepang yang berada dan beraktivitas di wilayah Maluku.

“Stabilitas kamtibmas adalah fondasi utama investasi. Polda Maluku memastikan setiap warga negara asing, termasuk warga Jepang, mendapatkan rasa aman dan perlindungan penuh, baik dalam aktivitas personal maupun profesional,” ujar Imam Thobroni.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi keamanan di Maluku saat ini berada dalam situasi kondusif. Menurutnya, angka kriminalitas jalanan relatif rendah, sementara potensi gangguan keamanan terus dikelola melalui langkah preventif, pendekatan humanis, serta penguatan sinergi dengan masyarakat.

Sementara itu, Konjen Jepang Takonai Susumu menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan komitmen Polda Maluku. Ia menilai jaminan keamanan menjadi faktor penting bagi peningkatan kehadiran warga dan perusahaan Jepang di Maluku.

“Kami melihat perkembangan Maluku sangat positif, baik dari sisi pembangunan maupun stabilitas. Koordinasi dengan Kepolisian Daerah Maluku menjadi elemen penting dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan warga Jepang,” kata Takonai.

Ia juga menyinggung ketertarikan Jepang terhadap potensi Maluku sebagai wilayah strategis di Indonesia Timur, seiring pembangunan infrastruktur di Ambon, termasuk keberadaan Jembatan Merah Putih yang disebutnya sebagai simbol konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Apabila perusahaan Jepang mulai beroperasi di Maluku, tentu intensitas kunjungan warga Jepang akan meningkat. Pertemuan ini merupakan langkah awal membangun koordinasi yang solid dengan Kepolisian,” tambahnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan pertukaran plakat sebagai simbol penguatan hubungan kelembagaan antara Polda Maluku dan Konsulat Jenderal Jepang, serta sesi foto bersama.