Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI merespons perkembangan terbaru mengenai peluang terbukanya ruang mediasi antara Iran dan Amerika Serikat melalui keterlibatan pihak ketiga. Fraksi PKS menilai Indonesia perlu mengambil posisi yang tepat dan terukur dalam menyikapi dinamika tersebut, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Sukamta menyatakan Indonesia perlu hadir sebagai honest broker, yakni pihak yang dipercaya semua pihak, sambil tetap menjaga independensi dan tidak terjebak dalam kepentingan geopolitik tertentu.
Menurut Fraksi PKS, momentum ini perlu dimanfaatkan untuk mendorong de-eskalasi konflik melalui jalur diplomasi yang konstruktif. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan memiliki hubungan baik dengan berbagai kekuatan global, dinilai memiliki posisi strategis untuk mendorong hadirnya negosiasi perdamaian.
Fraksi PKS juga mendorong agar proses mediasi ditempuh melalui pendekatan multilateral dengan melibatkan lembaga internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Langkah ini disebut penting untuk memastikan proses yang lebih inklusif, kredibel, dan berkeadilan.
Sukamta menekankan bahwa fokus utama bukan semata pada siapa yang menjadi mediator, melainkan bagaimana menghentikan potensi eskalasi konflik, melindungi warga sipil, serta membuka jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.
Selain itu, Fraksi PKS menegaskan pendekatan kemanusiaan perlu menjadi prioritas dalam setiap upaya penyelesaian konflik, mengingat dampak luasnya terhadap stabilitas kawasan dan keselamatan masyarakat sipil. Indonesia pun diharapkan terus memainkan peran aktif dalam mendorong perdamaian dunia melalui diplomasi yang sejuk, konstruktif, dan berorientasi pada solusi.

