BERITA TERKINI
Pimpinan Bank Pembangunan Multilateral Perkuat Kerja Sama Bantu Negara Hadapi Tekanan Global

Pimpinan Bank Pembangunan Multilateral Perkuat Kerja Sama Bantu Negara Hadapi Tekanan Global

Jakarta — Para pimpinan Bank Pembangunan Multilateral (multilateral development banks/MDB) memperkuat kerja sama untuk membantu negara-negara yang terancam mengalami krisis akibat tekanan global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah.

Kelompok pimpinan MDB tersebut mencakup African Development Bank Group, Asian Development Bank, Asian Infrastructure Investment Bank, Council of Europe Development Bank, European Bank for Reconstruction and Development, European Investment Bank, Inter-American Development Bank Group, Islamic Development Bank, New Development Bank, dan Grup Bank Dunia.

Presiden Asian Development Bank (ADB) sekaligus Ketua Kelompok Kepala MDB, Masato Kanda, menyatakan bahwa kolaborasi dilakukan dengan menggabungkan kekuatan finansial, pengetahuan, dan kemitraan untuk membantu negara-negara mengatasi tekanan saat ini serta membangun ketahanan jangka panjang.

Menurut catatan MDB, dampak perkembangan global saat ini mulai dirasakan melalui kenaikan biaya energi, gangguan rantai pasokan, serta kondisi keuangan yang semakin ketat. Dalam situasi tersebut, MDB berupaya mendukung negara-negara dan klien mereka dalam mengelola risiko, menjaga stabilitas makroekonomi, dan melindungi kelompok masyarakat yang rentan.

Upaya bersama itu terutama diarahkan pada pengembangan sektor swasta, penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan untuk jangka panjang, sesuai mandat, strategi, dan fokus operasional masing-masing lembaga.

Para pimpinan MDB juga menyatakan akan melanjutkan kerja sama di bidang prioritas lainnya, termasuk akal imitasi (AI). Mereka menegaskan kembali komitmen untuk bekerja lebih efektif sebagai sebuah sistem dengan penekanan yang lebih besar pada kualitas dan nilai.

Dalam hal pengadaan, para pimpinan MDB menyepakati kerangka kerja bersama mengenai Nilai untuk Uang (Value for Money) guna memastikan kualitas dan keberlanjutan proyek yang didanai. Kerangka tersebut akan disesuaikan oleh masing-masing bank dengan konteks operasionalnya.

Selain itu, mereka menyoroti kemajuan penerapan kerangka kerja saling ketergantungan untuk memastikan pembiayaan bersama yang lebih lancar bagi proyek-proyek MDB.