BERITA TERKINI
PII dan Kemenlu Bahas Agenda Diplomasi Keinsinyuran, Termasuk Kunjungan ke Myanmar

PII dan Kemenlu Bahas Agenda Diplomasi Keinsinyuran, Termasuk Kunjungan ke Myanmar

Perwakilan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bertemu dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Denny Abdi pada Rabu lalu untuk membahas agenda diplomasi keinsinyuran yang akan dijalankan PII. Salah satu agenda yang dibicarakan adalah rencana kehadiran PII pada ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO) Mid-Term Meeting di Yangon, Myanmar, pada 28–30 Juni.

Deputi Ketua Umum PII Bidang Kerja Sama Keinsinyuran Internasional, Andre Mulpyana, menyampaikan bahwa PII meminta informasi terkait aspek keamanan di Myanmar menyusul undangan dari AFEO. Permintaan tersebut didasarkan pada berbagai informasi yang beredar mengenai situasi di negara tersebut.

Menanggapi permintaan itu, Kemenlu menghubungi Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yangon, Novan Ivanhoe Soleh, melalui panggilan video. Berdasarkan laporan Novan, kondisi Myanmar, khususnya di Yangon, dinyatakan aman untuk dikunjungi. Ia juga menyampaikan bahwa pemberitaan media asing kerap menggambarkan situasi yang dinilai kurang akurat.

Selain membahas rencana kunjungan ke Myanmar, pertemuan tersebut turut menyinggung rencana pelaksanaan Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) yang dijadwalkan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada 20–22 Oktober 2026.

Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie menyatakan CAFEO akan menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan inovasi, sekaligus memperkuat jejaring keinsinyuran di kawasan ASEAN. Menurutnya, CAFEO di Bandung juga akan menampilkan berbagai showcase industri teknik nasional kepada para tokoh insinyur dari negara-negara anggota ASEAN.