BERITA TERKINI
Piala Dunia 2026 Diharapkan Jadi Perekat di Tengah Ketegangan Global

Piala Dunia 2026 Diharapkan Jadi Perekat di Tengah Ketegangan Global

Makassar—Seorang pengamat sepak bola di Sulawesi Selatan berharap Piala Dunia FIFA 2026 dapat menjadi sarana penenang di tengah konflik global yang masih berlangsung di berbagai kawasan. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Harapan itu muncul karena penyelenggaraan pesta sepak bola terbesar dunia digelar dalam situasi yang dinilai belum sepenuhnya kondusif. Ketegangan geopolitik dan konflik bersenjata di sejumlah wilayah memunculkan kekhawatiran bahwa atmosfer perhelatan olahraga global tidak akan semeriah edisi-edisi sebelumnya.

Pengamat sepak bola Sulawesi Selatan, Mirdan Midding, menilai sepak bola memiliki peran strategis sebagai sarana pemersatu yang dapat melampaui batas politik dan konflik antarnegara. Menurutnya, nilai universal dalam olahraga perlu dijaga oleh seluruh pihak.

“Di tengah peperangan yang sedang terjadi, sepak bola harus tetap netral dan tidak terpengaruh oleh isu politik. Meskipun ada negara yang mendapatkan sanksi, hal tersebut tetap harus dipandang dalam koridor olahraga,” ujarnya saat dihubungi RRI pada Sabtu, 18 April 2026.

Ia menjelaskan, ajang seperti Piala Dunia memiliki kekuatan simbolik untuk menyatukan masyarakat global karena melibatkan berbagai negara dengan latar belakang budaya, ideologi, dan kepentingan yang berbeda dalam satu panggung yang sama.

Lebih lanjut, Mirdan berharap penyelenggara, peserta, dan penonton dapat menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai momentum mempererat solidaritas internasional sekaligus meredam ketegangan yang dipicu konflik global berkepanjangan.

Dengan harapan tersebut, Piala Dunia 2026 dinilai tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga simbol perdamaian yang dapat menghadirkan optimisme di tengah situasi dunia yang penuh tantangan.