PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) masuk dalam daftar 500 perusahaan terbaik di kawasan Asia-Pasifik versi majalah TIME. Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menyebut pengakuan tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menghadapi ketidakpastian pasar melalui pengelolaan bisnis yang terukur, efisiensi operasional, serta mitigasi risiko yang prudent.
Penilaian dilakukan oleh TIME bersama Statista terhadap perusahaan-perusahaan di kawasan Asia-Pasifik dengan menggunakan tiga metrik utama, yakni kepuasan karyawan, pertumbuhan pendapatan, serta evaluasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Dalam keterangannya, Arief juga menyinggung kondisi ekonomi global yang dipengaruhi kebijakan tarif yang ditetapkan Amerika Serikat pada 2025. Meski demikian, perekonomian di kawasan Asia-Pasifik dinilai stabil dan memiliki proyeksi bisnis yang jelas di tengah situasi tersebut.
Pada metrik kepuasan karyawan, evaluasi dilakukan menggunakan data survei tahun 2024 dari karyawan di seluruh dunia dengan fokus utama wilayah Asia-Pasifik. PGN menyatakan terus menjaga kualitas lingkungan kerja agar tetap kompetitif dan adaptif untuk mendukung keberlangsungan bisnis.
PGN mencatat memiliki 2.752 pekerja, dengan tingkat keterikatan karyawan (employee engagement) mencapai 87,74 persen yang masuk kategori tinggi. Sementara tingkat perputaran pekerja (turn over) disebut kurang dari 3 persen.
Dari sisi kinerja keuangan, TIME dan Statista menggunakan data dari basis data keuangan Statista serta penelitian terarah. PGN dinyatakan memenuhi kriteria untuk dipertimbangkan dalam evaluasi, antara lain menunjukkan pertumbuhan pendapatan positif pada 2022 hingga 2024 atau menghasilkan keuntungan pada 2024.
PGN membukukan tren pertumbuhan pendapatan dari 3,57 miliar dolar AS pada 2022 menjadi 3,65 miliar dolar AS pada 2023, dan meningkat lagi menjadi 3,78 miliar dolar AS pada 2024.
Adapun pada metrik transparansi keberlanjutan, TIME mengevaluasi berdasarkan data ESG yang distandardisasi dari Basis Data ESG Statista dan penelitian data. Dalam penyusunan indeks ESG, sejumlah indikator kinerja utama dikumpulkan, dengan risiko ESG PGN disebut semakin rendah dari tahun ke tahun.
Evaluasi lingkungan antara lain mencakup tingkat pengurangan emisi karbon pada 2023 dibandingkan 2021. Selain itu, PGN juga dinilai dari aspek keberagaman direksi, kebijakan hak asasi manusia, serta tata kelola yang mencakup kontribusi melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kepatuhan, dan penerapan sistem antikorupsi.
Arief menyatakan perusahaan optimistis dapat terus bertumbuh. “Kami percaya, dengan fundamental bisnis yang sehat serta pengelolaan operasional yang efisien, PGN akan terus maju melampaui perkembangan ekonomi,” ujarnya.

