Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Iran bertekad mempertahankan kedaulatan negara secara menyeluruh terhadap apa yang ia sebut sebagai potensi “petualangan baru” Amerika Serikat dan “rezim Zionis”. Dalam pernyataannya, Pezeshkian menilai Washington berupaya mengulangi pola-pola sebelumnya dan mengkhianati jalur diplomasi.
Pernyataan itu disampaikan dalam percakapan telepon antara Pezeshkian dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Minggu malam (19/4). Keduanya bertukar pandangan mengenai perkembangan regional terbaru, negosiasi yang dilakukan Islamabad, serta isu-isu terkait gencatan senjata.
Dalam pembicaraan tersebut, Pezeshkian mengapresiasi upaya Pakistan dalam mendorong perdamaian. Ia juga menyampaikan terima kasih atas langkah yang dilakukan Perdana Menteri Pakistan serta panglima militer negara itu.
Pezeshkian turut menyinggung apa yang ia sebut sebagai kelanjutan pengingkaran janji dan sikap arogan AS selama negosiasi maupun masa gencatan senjata. Ia menilai tindakan provokatif dan ilegal AS dalam apa yang disebutnya “blokade laut” terhadap Iran sebagai pelanggaran nyata atas kesepakatan gencatan senjata dan bertentangan dengan Piagam PBB.
Menurut Pezeshkian, tindakan tersebut, ditambah retorika ancaman dari pejabat AS terhadap Iran, akan memperdalam ketidakpercayaan terhadap keseriusan Amerika. Ia menegaskan hal itu semakin menunjukkan bahwa AS berusaha mengulangi pola lama dan mengkhianati diplomasi.
Presiden Iran juga memperingatkan bahwa situasi semacam itu dapat berdampak pada keamanan kawasan dan dunia. Di saat yang sama, ia menyatakan Iran bertekad mempertahankan dan meningkatkan hubungan dengan seluruh negara tetangga, termasuk negara-negara di sisi selatan Teluk Persia, dengan prinsip hidup berdampingan yang baik dan saling menghormati.
Pezeshkian mengatakan Iran berharap negara-negara tersebut, dengan mempertimbangkan pengalaman terkini, turut serius memperkuat perdamaian dan keamanan kawasan melalui kerja sama kolektif, serta menjauh dari campur tangan destruktif aktor-aktor di luar kawasan, terutama AS.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan bahwa negaranya terus berupaya mengakhiri konflik dan mewujudkan perdamaian di kawasan. Ia juga memberikan informasi kepada Presiden Iran mengenai konsultasi terbaru Pakistan dengan negara-negara kawasan.