BERITA TERKINI
Persib Perluas Peran ke Diplomasi, Peserta Sesparlu 78 Kunjungi Graha Persib

Persib Perluas Peran ke Diplomasi, Peserta Sesparlu 78 Kunjungi Graha Persib

Aktivitas Persib Bandung kini tak hanya berlangsung di lapangan, tetapi juga merambah ruang diplomasi. Klub asal Bandung itu menerima kunjungan peserta pendidikan dan pelatihan Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-78 di Graha Persib, Jalan Sulanjana No. 17, Kota Bandung, Selasa (31/3/2026).

Pertemuan tersebut berkembang menjadi diskusi yang mengaitkan olahraga dengan diplomasi, dengan tujuan memperkuat posisi Indonesia di tingkat global melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Dalam perbincangan itu, sepak bola dipandang sebagai sarana diplomasi masa kini, termasuk melalui jejaring dan interaksi lintas budaya yang tercipta dari dukungan suporter.

Persib menilai dukungan Bobotoh menjadi modal sosial penting yang menghadirkan pengalaman emosional sekaligus mempererat hubungan lintas budaya. Energi suporter juga disebut terlihat dalam atmosfer pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), yang kerap menjadi ruang pertemuan identitas, kebanggaan, dan semangat kolektif warga.

Selain itu, peran klub dinilai berpengaruh dalam membentuk citra Kota Bandung. Melalui sepak bola, Persib disebut tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari industri kreatif hingga penguatan komunitas.

Upaya tersebut diperkuat dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam transformasi klub menuju standar modern. Pendekatan ini dinilai membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan mitra internasional sekaligus menegaskan karakter Persib sebagai organisasi olahraga yang adaptif.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan peserta Sesparlu 78 dan menekankan pentingnya membangun jembatan kolaborasi lintas sektor.

“Merupakan kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan peserta Sesparlu 78, Kemlu. Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti sebagai silaturahmi, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara Persib dan Kementerian Luar Negeri di masa depan,” ujar Adhitia seperti dikutip dari laman klub.

Salah satu peserta Sesparlu 78, Diplomat Madya Dicky Satria Pamungkas, menilai Persib memiliki peran strategis yang melampaui fungsi sebagai klub sepak bola. Menurutnya, ada tiga kekuatan utama Persib dalam mendukung diplomasi dan penguatan citra kota.

Pertama, Persib dipandang mampu mendorong sinergi antara diplomasi olahraga dan city branding, di mana reputasi internasional serta capaian klub dapat berkontribusi memperkuat citra Bandung sebagai kota kreatif dan sportif. Kedua, Persib dinilai dapat berperan sebagai duta global yang membuka peluang kerja sama dengan berbagai instrumen diplomasi, sekaligus menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah kepada mitra luar negeri.

Ketiga, Persib disebut berhasil mengelola ekosistem kreatif serta komunitas suporter yang solid. Dalam konteks ini, Bobotoh tidak hanya diposisikan sebagai pendukung, tetapi juga bagian dari kekuatan soft power yang dapat meningkatkan daya saing kota di level regional dan global.

“Sebagai klub dengan basis massa yang besar dan manajemen profesional, Persib Bandung bukan sekadar entitas olahraga, melainkan instrumen penting dalam membangun citra Kota Bandung di kancah internasional,” ujar Dicky.

Dalam kesempatan berbeda, Duta Besar Diar Nurbintoro selaku Duta Besar Pendamping Kunjungan Lapangan Sesparlu menyampaikan bahwa Persib juga berpotensi menjadi penghubung program sport tourism melalui pertandingan kandang yang rutin menghadirkan suporter dan pecinta sepak bola ke Bandung.