BERITA TERKINI
Peringatan 71 Tahun KAA di Bandung, Menbud Ingatkan Konflik Global Ancam Warisan Budaya

Peringatan 71 Tahun KAA di Bandung, Menbud Ingatkan Konflik Global Ancam Warisan Budaya

BANDUNG — Kementerian Kebudayaan memperingati 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, Minggu, 19 April. Dalam peringatan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti semakin relevannya pesan KAA di tengah situasi global saat ini, terutama ketika konflik membesar dan warisan budaya ikut menjadi korban.

Dalam acara bertajuk Bandung Spirit: Budaya sebagai Jembatan Perdamaian Dunia, Fadli mengatakan dunia sedang menghadapi ketidakpastian global, erosi kepercayaan antarnegara, rivalitas geopolitik, hingga perlombaan persenjataan. Ia menilai kondisi itu turut meningkatkan ancaman terhadap situs bersejarah dan jejak peradaban yang berpotensi rusak atau hilang akibat konflik.

Fadli menegaskan semangat Bandung tidak boleh berhenti sebagai peringatan tahunan semata. Menurutnya, Dasasila Bandung perlu tetap digunakan sebagai pijakan moral untuk membangun dunia yang lebih adil.

“Jika kita ingin membangun perdamaian yang berkelanjutan, maka kita harus melindungi kebudayaan. Kita harus memastikan bahwa tidak ada perang yang menghapus sejarah suatu bangsa, tidak ada dominasi yang membungkam identitas, dan tidak ada sistem global yang mengabaikan suara mereka yang lemah,” kata Fadli.

Ia juga menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tetap berada di jalur nonblok, aktif membangun kerja sama global, dan menjunjung prinsip Piagam PBB. Di dalam negeri, kata Fadli, penguatan ketahanan nasional dijalankan melalui pembangunan sumber daya manusia, ketahanan pangan, serta program prioritas menuju Indonesia Emas 2045.

Peringatan ini turut diisi dialog kebudayaan yang menghadirkan Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy, Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa, serta dosen Hubungan Internasional Universitas Paramadina Anton Aliabbas. Sejumlah diplomat dari negara-negara peserta KAA 1955 juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam forum itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengusulkan agar kawasan Simpang Lima, dari Jalan Asia Afrika hingga Otista, diajukan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO dengan nilai universal Bandung Spirit.

Selain dialog, rangkaian acara meliputi peluncuran buku Konferensi Asia Afrika dalam Gambar serta pameran 71 tahun KAA yang menampilkan foto dan narasi sejarah konferensi.