BERITA TERKINI
Peringatan 61 Tahun Kunjungan Kim Il Sung: Diplomasi Indonesia–Korea Utara Diingat dari Kebun Raya Bogor

Peringatan 61 Tahun Kunjungan Kim Il Sung: Diplomasi Indonesia–Korea Utara Diingat dari Kebun Raya Bogor

Peringatan 61 tahun kunjungan Presiden Kim Il Sung ke Indonesia digelar di Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor, Kamis, 9 April 2026. Dalam acara itu, sejumlah pihak menyoroti kembali makna diplomasi yang tidak selalu berlangsung dalam suasana formal, termasuk momen ketika Presiden Soekarno memberikan anggrek Dendrobium kepada Kim Il Sung dalam pertemuan di Kebun Raya Bogor pada 13 April 1965.

Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia–RRD Korea, Dr. Teguh Santosa, menyebut peristiwa tersebut sebagai penanda kedekatan emosional kedua pemimpin. Ia merujuk pada lahirnya “diplomasi bunga Kimilsungia” yang menurutnya menjadi simbol hubungan yang melampaui urusan birokrasi.

“Kita tentu masih mengingat dengan jelas bagaimana diplomasi bunga Kimilsungia lahir di Kebun Raya Bogor ini. Nama yang diberikan langsung oleh Bung Karno untuk anggrek tersebut menjadi bukti betapa eratnya ikatan emosional kedua pemimpin. Hubungan ini melampaui batas-batas birokrasi, menyatukan rasa saling menghormati yang tetap hidup hingga generasi saat ini,” ujar Teguh.

Acara peringatan itu dihadiri antara lain Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar RRD Korea So Kwang Yun, Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri RI Arifianto Sofiyanto, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN Dr. R. Hendrian, serta Ketua Partai Bhinneka Nurdin Purnomo. Hadir pula masyarakat Korea di Indonesia dan sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas. Dalam kesempatan tersebut, Kedubes RRD Korea menggelar pameran foto dan buku.

Teguh mengatakan kunjungan Kim Il Sung ke Indonesia pada 1965—yang disebut didampingi putranya, Kim Jong Il—bukan kunjungan kenegaraan biasa, melainkan simbol persahabatan antara dua bangsa yang memiliki semangat memperjuangkan kedaulatan dan solidaritas Asia-Afrika.

Menurut keterangan yang disampaikan dalam acara, kunjungan Kim Il Sung berlangsung pada 10–20 April 1965. Selain menghadiri peringatan satu dekade Konferensi Asia-Afrika di Bandung, Kim Il Sung juga menerima gelar doktor honoris causa dari Universitas Indonesia dan Bintang Republik Indonesia Kelas I Adipurna dari Presiden Soekarno. Ia juga merayakan ulang tahunnya yang ke-53 pada 15 April 1965.

Dalam sambutannya, Teguh menilai tantangan global yang semakin kompleks mendorong perlunya penguatan kerja sama kedua negara di berbagai bidang. Ia menyebut peluang kolaborasi dapat diperluas, mulai dari kebudayaan, pendidikan, hingga pertukaran pemikiran mengenai pembangunan berkelanjutan bagi kemakmuran rakyat kedua negara.

Ia juga menyatakan semangat persahabatan yang dirintis pada 1965 dapat menjadi modal sosial untuk mendukung stabilitas di Semenanjung Korea sekaligus mempererat kemitraan bilateral. “Mari kita jadikan peringatan ini sebagai momentum untuk menyegarkan kembali komitmen persahabatan tersebut. Bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi untuk merumuskan langkah nyata bagaimana hubungan Indonesia dan Korea dapat memberikan kontribusi positif bagi tatanan dunia yang lebih harmonis dan adil,” kata Teguh.

Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes RRD Korea, So Kwang Yun, menyampaikan bahwa hubungan kedua negara dinilai semakin signifikan. Ia menyinggung kunjungan Menteri Luar Negeri RI Sugiono pada Oktober 2025, yang disebut diisi partisipasi dalam berbagai acara penting.

“Selama acara-acara ini, terjadi pertukaran pandangan mengenai isu-isu yang bertujuan untuk lebih memperkuat dan mengembangkan hubungan kerja sama persahabatan tradisional antara kedua negara, serta hal-hal yang menjadi kepentingan bersama,” ujar So, yang menyebut telah hampir sembilan tahun berada di Indonesia.

So juga menyoroti penandatanganan Memorandum of Understanding antara Pemerintah RRD Korea dan Pemerintah Republik Indonesia terkait pembentukan mekanisme konsultasi bilateral. Menurutnya, kesepakatan itu memperkuat landasan untuk meningkatkan kerja sama dan pertukaran kedua negara.

“Pemerintah Republik Korea memiliki pendirian yang teguh untuk terus mengembangkan hubungan persahabatan dengan Indonesia, yang memiliki sejarah dan tradisi yang panjang,” kata So. Ia juga menyampaikan bahwa hubungan tersebut “diwarisi dan dikembangkan hingga saat ini” di bawah kepemimpinan Kim Jong Un.

Senada dengan itu, Direktur Asia Timur Kemlu RI Arifianto Sofiyanto menyatakan pemerintah Indonesia berkomitmen meningkatkan kerja sama dengan Korea Utara, yang menurutnya tercermin dalam kunjungan Menlu Sugiono pada 2025. Arifianto juga menggarisbawahi komitmen Indonesia untuk menjaga stabilitas kawasan, termasuk Semenanjung Korea.